Gubernur Mirza Dukung Swasembada Pangan, Proyeksikan Produksi Beras Terus Naik

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan dukungannya terhadap program Swasembada Pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan, produksi beras Provinsi Lampung pada 2025 mengalami peningkatan signifikan, mendekati 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun ini produksi beras Lampung naik hampir 15 persen. Dari sebelumnya sekitar 2,74 juta ton, sekarang menjadi 3,2 juta ton,” ujar Gubernur Mirza didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, usai mengikuti panen raya bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara daring di Desa Kutoarjo, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026).

Gubernur Mirza menyampaikan optimisme bahwa produksi beras Lampung akan kembali meningkat pada 2026. Optimisme tersebut didorong oleh peningkatan indeks pertanaman (IP) yang diproyeksikan mampu mendorong kenaikan produksi hingga 15-20 persen.

Baca Juga :  Bupati Novriwan Dorong Zakat dan KUR Super Mikro Jadi Penggerak Ekonomi Warga Tubaba

Selain itu, Pemprov Lampung juga akan memperluas penerapan program pupuk organik cair (POC) secara merata di seluruh wilayah sentra produksi padi.

“Pada 2026, implementasi pupuk organik cair akan semakin merata. Ini kami perkirakan bisa menambah produksi padi sekitar 10 persen lagi. Karena itu, saya sangat optimistis,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada padi, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong peningkatan produksi jagung sebagai salah satu komoditas strategis guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Baca Juga :  Bupati Novriwan Jaya Hadiri BSD BAZNAS, Dorong Zakat Jadi Instrumen Pemberdayaan

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Mirza turut menyinggung kerja sama antardaerah di sektor pertanian, khususnya antara Provinsi Lampung dan Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk saling memenuhi kebutuhan komoditas pangan antarwilayah.

“Kemarin ada empat perjanjian kerja sama di sektor pertanian. Lampung membutuhkan cabai dan bawang dari Jawa Tengah, sementara Jawa Tengah membutuhkan gula dari Lampung. Ini langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas
Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor
Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan
HPN-Porwanas 2027 Makin Matang, PWI Lampung Gandeng Pelindo
Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan
Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres
Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital
Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor

Rabu, 30 September 2026 - 19:01 WIB

Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan

Rabu, 30 September 2026 - 18:10 WIB

HPN-Porwanas 2027 Makin Matang, PWI Lampung Gandeng Pelindo

Rabu, 30 September 2026 - 11:46 WIB

Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan

Berita Terbaru

Pariwisata

Dari Kebun ke Cangkir, Wonosari Buka Wisata Edukasi Teh

Senin, 5 Okt 2026 - 18:54 WIB

LC TV Story

Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Jenderal

Senin, 5 Okt 2026 - 13:13 WIB