Hearing Dugaan MBG Tak Layak Konsumsi, DPRD Lampura Tunggu Hasil Uji BPOM

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana hearing soal MBG di Ruang sidang DPRD Lampura, Senin (26/1/2026).

Suasana hearing soal MBG di Ruang sidang DPRD Lampura, Senin (26/1/2026).

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – DPRD Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggelar rapat dengar pendapat (hearing) untuk menindaklanjuti dugaan pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu tak layak konsumsi di SDN 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi Kota. Hearing tersebut berlangsung di ruang sidang DPRD Lampura, Senin (26/1/2026).

Hearing dibuka langsung oleh Ketua DPRD Lampura, Yusrizal. Ia berharap pertemuan ini dapat menghasilkan solusi terbaik atas persoalan yang mencuat dan menjadi perhatian publik.

“Saya mohon izin karena ada kegiatan lain sehingga tidak bisa memandu hingga selesai. Harapannya, setelah hearing ini ada solusi terbaik bagi semua pihak,” ujar Yusrizal sebelum meninggalkan ruang sidang.

Baca Juga :  Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026

Dalam hearing tersebut, Heni selaku mitra dapur SPPG Hajah Lis Sindangsari membantah tudingan bahwa makanan yang didistribusikan tidak layak konsumsi. Ia menepis isi video yang beredar di masyarakat, yang menampilkan sayur berlendir, tempe bacem basi, serta buah yang diduga busuk.

“Menurut saya, video yang beredar itu tidak benar. Setelah rombongan dari SDN 3 selesai makan, menu yang kami distribusikan sesuai dan tidak seperti yang ditampilkan dalam video,” kata Heni.

Baca Juga :  Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online

Senada dengan itu, Kepala SPPG, Abib Saputra, juga menegaskan tidak ada makanan basi atau tidak layak konsumsi dalam program MBG tersebut. “Saya sendiri ikut makan menu yang dimaksud, dan rasanya tidak aneh atau mencurigakan,” jelas Abib.

Meski demikian, hingga hearing berakhir belum ada kesimpulan resmi terkait dugaan tersebut. DPRD masih menunggu hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai dasar penentuan selanjutnya. (*)

 

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Lampura, Bunda Literasi: Bertutur Jadi Jalan Anak Mengenal Kekuatan Literasi
Akademisi Soroti Selter JPTP Lampura, Ingatkan Prinsip Merit dan Asas Legalitas
Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial
Ukir Prestasi Sebagai Camat Abung Selatan, Agus Rama Halik Bidik Kursi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan
Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB
Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik
Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online
Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Lampura, Bunda Literasi: Bertutur Jadi Jalan Anak Mengenal Kekuatan Literasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Akademisi Soroti Selter JPTP Lampura, Ingatkan Prinsip Merit dan Asas Legalitas

Selasa, 29 September 2026 - 17:16 WIB

Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Senin, 28 September 2026 - 12:25 WIB

Ukir Prestasi Sebagai Camat Abung Selatan, Agus Rama Halik Bidik Kursi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan

Selasa, 8 September 2026 - 10:59 WIB

Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 18:33 WIB