IMM Lampung Selatan Tolak Tarif Tol Bakter yang Dinilai Terlalu Tinggi, Desak Evaluasi Menyeluruh

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, Lampungcorner.com – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lampung Selatan menyatakan sikap menolak tarif ruas Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) yang dinilai terlalu tinggi dan membebani masyarakat.

Organisasi mahasiswa itu menilai besaran tarif hingga Rp254.000 untuk kendaraan Golongan I pada jarak terjauh tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima pengguna jalan.

Sorotan tersebut ditujukan kepada pengelola jalan tol, yakni PT Bakauheni Terbanggi Besar (BTB), yang merupakan bagian dari PT Rafflesia Investasi Indonesia (RII).

Menurut PC IMM Lampung Selatan, sebagai badan usaha yang bertanggung jawab atas pengelolaan Tol Bakter, BTB diharapkan lebih mengutamakan peningkatan kualitas pelayanan sebelum mempertahankan tarif yang dinilai tinggi oleh masyarakat.

Ketua Umum PC IMM Lampung Selatan, Mesyur Cindy Ahmad Syarif, mengatakan jalan tol merupakan infrastruktur publik yang seharusnya mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan semata-mata orientasi bisnis.

“Jalan tol adalah infrastruktur penunjang hajat hidup orang banyak. Ketika tarif yang berlaku dinilai terlalu tinggi dan tidak diimbangi dengan peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang signifikan, maka fungsi jalan tol telah bergeser dari instrumen pemerataan ekonomi menjadi komoditas komersialisasi semata,” ujar Mesyur.

Baca Juga :  SPMB SD-SMP di Lampung Selatan Berjalan Transparan dan Real-Time, Disdik Imbau Masyarakat Waspadai Calo dan Jasa Titipan

Menurutnya, berdasarkan kajian internal PC IMM Lampung Selatan, kebijakan tarif jalan tol seharusnya mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan usaha pengelola dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Namun, kondisi yang terjadi saat ini dinilai belum mencerminkan prinsip keadilan sosial karena daya beli masyarakat kurang mendapat perhatian.

IMM Lampung Selatan juga menyoroti sejumlah persoalan pelayanan yang hingga kini masih dikeluhkan pengguna jalan. Di antaranya kondisi aspal yang bergelombang di beberapa titik serta minimnya penerangan jalan. Persoalan tersebut dinilai menjadi tanggung jawab PT BTB sebagai pengelola dan bagian dari PT Rafflesia Investasi Indonesia (RII) untuk segera dibenahi.

“Kami tidak menolak keberadaan jalan tol, tetapi kami menolak tarif yang dirasakan terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas pelayanan yang ada. Sebelum berbicara mengenai besaran tarif, pengelola harus memastikan seluruh hak pengguna jalan telah dipenuhi sesuai Standar Pelayanan Minimal,” tegasnya.

Selain persoalan pelayanan, PC IMM Lampung Selatan juga menilai tingginya tarif Tol Bakter berpotensi meningkatkan biaya logistik. Mengingat ruas tol tersebut merupakan jalur utama distribusi barang antara Pulau Jawa dan Sumatera, kenaikan biaya angkut dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya harga kebutuhan pokok yang akhirnya dibebankan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Radityo Egi Dorong Tata Kelola Desa yang Transparan, Keuangan Desa Harus Berdampak Nyata bagi Warga

Atas dasar itu, PC IMM Lampung Selatan menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap besaran tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dengan mempertimbangkan kualitas pelayanan dan kemampuan ekonomi masyarakat.

Kedua, mendesak Komisi V DPR RI memanggil manajemen PT Bakauheni Terbanggi Besar (BTB) guna membuka data Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara transparan kepada publik.

Ketiga, meminta pemerintah, regulator, badan usaha jalan tol, pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat menggelar dialog terbuka (public hearing) untuk mengkaji kembali formula penetapan tarif agar lebih adil dan berpihak kepada masyarakat.

PC IMM Lampung Selatan menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut. Organisasi itu bahkan menyatakan siap membawa aspirasi penolakan tarif Tol Bakter hingga ke tingkat pusat apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapat perhatian dari pihak terkait.

Berita Terkait

Merah Putih Menyala dari Beranda Sumatra, Menara Siger Jadi Panggung HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lampung Selatan
Zita Anjani Pastikan Dua Anak Penyandang Hemofilia di Lampung Selatan Tetap Didampingi, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas
Bupati Egi Tinggalkan Aula, Pilih Bawah Flyover Natar untuk Lantik 12 Pejabat
Bupati Egi Ajak Lampung Selatan Bersahabat dengan AI, SDM Unggul Disiapkan Hadapi Masa Depan
Di Balik Kemegahan Ngaben Massal, Zita Anjani Melihat Masa Depan Wisata Budaya Balinuraga
Peluk Harapan Anak-anak Lampung Selatan, Zita Anjani Pastikan Perjuangan Cegah Stunting Dimulai dari Keluarga
Sisihkan 2.500 Desa di Lampung, Karang Pucung Wakili Provinsi pada Lomba Desa Tingkat Nasional Berkat Inovasi Desa Digital dan Pengelolaan Sampah
Usung Spirit of Krakatoa, Lamsel Fest 2026 Siap Tampil Lebih Spektakuler dengan Empat Event Ikonik dan Deretan Artis Ibu Kota
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Merah Putih Menyala dari Beranda Sumatra, Menara Siger Jadi Panggung HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lampung Selatan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Zita Anjani Pastikan Dua Anak Penyandang Hemofilia di Lampung Selatan Tetap Didampingi, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Bupati Egi Tinggalkan Aula, Pilih Bawah Flyover Natar untuk Lantik 12 Pejabat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Bupati Egi Ajak Lampung Selatan Bersahabat dengan AI, SDM Unggul Disiapkan Hadapi Masa Depan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Di Balik Kemegahan Ngaben Massal, Zita Anjani Melihat Masa Depan Wisata Budaya Balinuraga

Berita Terbaru

NASIONAL

DPR Setujui 11 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:37 WIB