LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Keluarga korban penganiayaan di Kantor BKD Lampung menyebut pelaku utama aksi kekerasan itu adalah Deny Rolind Zabara, Kabid Mutasi BKD Lampung.
Deny disebut sebagai orang yang memerintahkan pegawai di BKD lainnya untuk menghajar 5 orang lulusan IPDN yang sedang mangang di kantor tersebut.
Sementara satu orang perempuan lulusan IPDN yang juga magang di BKD Lampung ‘selamat’ dari aksi penganiayaan itu karena disuruh pulang oleh para pelaku.
Hal itu disampaikan oleh Hj Dewi, tante dari Farhan salah satu korban penganiayaan. Menurut Dewi, Kabid Mutasi BKD yang awalnya memukul lalu memerintahkan anak buahnya untuk ikut menghajar.
“Yang menghajar terutama kabid mutasinya, namanya Deny Rolind Zabara. Dia yang pertama memukul terus dia menyuruh anak buahnya untuk menghajar. Kalau kata Farhan ada sekitar 10 orang,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (9/8/2023).
Ia mengatakan, para lulusan IPDN itu dipukul di bagian dada sampai berkali-kali. Digilir oleh beberapa ASN setempat.
“Dihajar pakai tangan, ditonjok berkali-kali, matanya ditutup lalu dipukul bergilir. Dia (Farhan) masih di rumah sakit, tadi ibunya masih menghadap ke dokter karena kondisinya masih buruk,” jelas dia.
Terkait penyebab kekerasan tersebut, menurutnya Farhan juga tidak mengetahui. Tiba-tiba para lulusan IPDN itu dikumpulkan di satu ruangan lalu dihajar beramai-ramai.
“Kalau penyebabnya Farhan juga tidak tahu, dia bahkan tidak kenal sama orang-orang itu, kan dia juga baru lulus dan magang di situ,” ungkapnya.
Terkait hal itu, Plh Kadiskominfo Lampung Achmad menyatakan saat ini Deny Rolind disebut sebagai oknum.
“Dia kita anggap sebagai oknum yang ada di BKD ini dan akan ditindaklanjuti oleh Inspketorat. Dan kita juga menghargai proses hukum apabila ada orangtua yang melapor ke polisi kita menghormati,” ujarnya. (*)
Red















