Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Pembuat Peti Jenazah Ini malah Sepi Orderan

- Jurnalis

Jumat, 30 Juli 2021 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukarni, istri Sukamto pengrajin peti jenazah. Foto: Dwi DS

Sukarni, istri Sukamto pengrajin peti jenazah. Foto: Dwi DS

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Lampung tidak berbanding lurus dengan ramainya orderan usaha pembuatan peti jenazah.

Sukamto, pengrajin peti jenazah yang beralamat di Jalan Katuk II, Perwata, Telukbetung Timur, justru mengalami penurunan pesanan.

Ia mengatakan, persaingan usaha pembuatan peti jenazah sekarang sudah tidak seramai 10 tahun lalu.

Hal ini karena sudah ada pabrik besar yang menggunakan bahan fiber dan plastik untuk membuat peti jenazah.

“Sekarang sudah kalah dengan buatan pabrik yang lebih ringan dan lebih murah,” ujar Sukamto, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga :  HPN-Porwanas 2027 Makin Matang, PWI Lampung Gandeng Pelindo

Ia mengatakan, saat ini hidup hanya bergantung dari orderan Yayasan Tionghoa di seputaran Bandarlampung.

Ongkos pengiriman ke luar kota tidak sebanding lagi dengan harga jual peti jenazah ini.

“Ya ada aja pesanan, tapi tidak seramai dulu datang dari berbagai yayasan di dalam dan luar Bandarlampung,” ungkap pengrajin peti jenazah yang telah berusaha sekitar 40 tahun lamanya ini.

Saat disinggung pesanan jenazah yang meninggal akibat Covid-19, Sukamto mengaku belum pernah mendapatkan order.

Baca Juga :  Kabel Diduga Dicuri, Lampu PJU di Sejumlah Jalan Bandar Lampung Kerap Padam

Ia menceritakan, pembuatan peti jenazah di tempatnya menggunakan kayu berkualitas dan tentunya dikerjakan lebih detail dengan berbagai macam motif sesuai keinginan konsumen.

“Kalau harganya sekitar Rp2 sampai 3 juta untuk yang ukiran, yang biasa Rp1,2 juta sudah termasuk biaya antar,” ungkap dia.

Diketahui, angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Lampung per hari ini Kamis (29/7/2021) pukul 10.00 WIB mencapai 66 orang dengan total keseluruhan yang meninggal mencapai 2.017 orang. (*)

Red

Berita Terkait

Ditanya Pemuda Lampung soal Ijazah Gibran, Presiden PKS: Ini Mencederai Rasa Keadilan
Pulang ke Almamater, Ketua HIPMI Lampung Gilang Ramadhan Suntik Semangat Wirausaha Pelajar
Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal
Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat
Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi
Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama
Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:55 WIB

Ditanya Pemuda Lampung soal Ijazah Gibran, Presiden PKS: Ini Mencederai Rasa Keadilan

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WIB

Pulang ke Almamater, Ketua HIPMI Lampung Gilang Ramadhan Suntik Semangat Wirausaha Pelajar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Disiplin ASN Lamtim Disorot, Sekda Tegaskan Sanksi Berjenjang

Senin, 2 Nov 2026 - 12:12 WIB