LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Lampung tidak berbanding lurus dengan ramainya orderan usaha pembuatan peti jenazah.
Sukamto, pengrajin peti jenazah yang beralamat di Jalan Katuk II, Perwata, Telukbetung Timur, justru mengalami penurunan pesanan.
Ia mengatakan, persaingan usaha pembuatan peti jenazah sekarang sudah tidak seramai 10 tahun lalu.
Hal ini karena sudah ada pabrik besar yang menggunakan bahan fiber dan plastik untuk membuat peti jenazah.
“Sekarang sudah kalah dengan buatan pabrik yang lebih ringan dan lebih murah,” ujar Sukamto, Kamis (29/7/2021).
Ia mengatakan, saat ini hidup hanya bergantung dari orderan Yayasan Tionghoa di seputaran Bandarlampung.
Ongkos pengiriman ke luar kota tidak sebanding lagi dengan harga jual peti jenazah ini.
“Ya ada aja pesanan, tapi tidak seramai dulu datang dari berbagai yayasan di dalam dan luar Bandarlampung,” ungkap pengrajin peti jenazah yang telah berusaha sekitar 40 tahun lamanya ini.
Saat disinggung pesanan jenazah yang meninggal akibat Covid-19, Sukamto mengaku belum pernah mendapatkan order.
Ia menceritakan, pembuatan peti jenazah di tempatnya menggunakan kayu berkualitas dan tentunya dikerjakan lebih detail dengan berbagai macam motif sesuai keinginan konsumen.
“Kalau harganya sekitar Rp2 sampai 3 juta untuk yang ukiran, yang biasa Rp1,2 juta sudah termasuk biaya antar,” ungkap dia.
Diketahui, angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Lampung per hari ini Kamis (29/7/2021) pukul 10.00 WIB mencapai 66 orang dengan total keseluruhan yang meninggal mencapai 2.017 orang. (*)
Red









