LAMPUNGCORNER.COM, Pesawaran — Kesadaran masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi di Pesawaran masih belum seratus persen.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Pesawaran, pencapaian vaksinasi dosis pertama baru mencapai 45,09 persen atau 156.645 orang.
Sementara, dosis kedua 17,6 persen atau 61.127 orang.
Padahal, jumlah target sasaran masyarakat Pesawaran seluruhnya 347.394 orang.
Kepala Diskes Pesawaran, dr Media Aprilian, mengatakan herd immunity sebenarnya bisa muncul dengan cara membiarkan virus terus menyebar sehingga banyak orang terinfeksi.
Dengan demikian apabila mereka sembuh banyak orang yang akan kebal dan virus hilang dan pandemi hilang dengan sendirinya.
“Namun dengan vaksin dosis lengkap akan mendapat perlindungan tiga kali lebih besar dibandingkan tidak divaksin sama sekali,” ingat Nana.
Dia menjadi pembicara dalam program ‘Bupati Pesawaran Menyapa’ lewat zoom meeting, Jumat (19/11/2021).
Saat ini, kasus penyebaran Covid-19 di Pesawaran melandai. Hal itu seiring turunnya keinginan masyarakat untuk vaksin.
Semua ini ia ketahui saat menggelar gerai-gerai vaksinasi di Pesawaran yang minim pengunjung.
“Padahal kita menyiapkan vaksin sebanyak 200 sampai 300 dosis. Sedangkan yang datang ke balai desa tidak lebih dari 100 orang,” ungkap Nana.
Sebab itu, dia mencoba membuat terobosan dengan melakukan vaksinasi door to door.
“Berbeda halnya ketika ada iming-iming bantuan, justru mereka tertarik datang beramai-ramai untuk vaksin ke balai desa,” ungkap dia.
Menurutnya, kebutuhan vaksinasi saat ini adalah suatu hal yang wajib. Karena efektivitas vaksin sangat bermanfaat untuk mencapai kekebalan tubuh dari serangan virus tersebut.
Dia berharap seluruh tenaga medis, unsur aparatur desa, kecamatan maupun tenaga pendidik terus semangat menggencarkan program vaksinasi demi tercapainya herd immunity di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama tersebut.
Sementara, pemateri kedua yakni Prof Dr dr Asep Sukohar, yang juga Ketua IDI Lampung, memaparkan tujuan vaksinasi.
Pertama, menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19.
Kedua, mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat.
Ketiga, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh.
Terakhir, menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.
Ia menyadari, memang tidak mudah membangun kesadaaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Namun, ini adalah tugas bersama yang harus dilakunan secara terus menerus.
Ia mengatakan, terkadang perlu pemaksaan untuk menjadikan orang mau divaksin. Contohnya bagi yang belum divaksin tidak akan dapat ijazah.
“Perlu regulasi yang tegas agar semua orang mau divaksin, kalau banyak yang tidak mau, kapan tercapainya herd immunity kita,” ujar dia.
Diketahui, acara yang dimoderatori Novi Balga ini diikuti 140 orang peserta yang terdiri dari berbagai kalangan.
Seperti tenaga kesehatan (Nakes), guru-guru, aparatur pemerintahan desa, dan warga di Kabupaten Pesawaran. (*)
Red















