LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Universitas Lampung (Unila) menyatakan 100 persen kesiapannya menjadi salah satu tempat perhelatan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung.
Juru Bicara Unila, Nanang Trenggono, menjelaskan sebanyak 625 panitia sudah melakukan registrasi, Senin (20/12/2021).
Sementara untuk Selasa (21/12/2021) registrasi sekitar 1200 dari total 2000 peserta.
Keesokan harinya, Rabu (22/12/2021), dilaksanakan pembukaan muktamar Ponpes Darus Sa’adah, Lampung Tengah.
Selain pembukaan, acara hari itu diisi sidang pleno I berupa pembahasan dan pengesahan tata tertib (tatib) muktamar.
Kemudian dilanjutkan sidang pleno II dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPj) PBNU Masa Khidmat 2016- 2021.
Kemudian Pandangan Umum (PU) atas LPj PBNU dan jawaban atas PU LPj PBNU.
Pada Kamis (23/12/2021) dilakukan sidang pleno III tentang pengesahan hasil sidang-sidang komisi.
Lalu, sidang pleno IV berupa penghitungan dan penetapan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di Unila.
Selanjutnya, sidang lanjutan pleno IV musyawarah AHWA untuk menunjuk dan mengesahkan Rois ‘Aam terpilih.
Berikutnya, sidang pleno V berisi pemilihan dan pengesahan ketua umum PBNU di Ponpes Darus Sa’adah.
Nanang memaparkan, Unila berketempatan untuk dua dari lima sidang komisi.
Sementara dua sidang komisi dilakukan di UIN Raden Intan dan satu di Universitas Mahalayati.
Setelah sidang komisi, peserta berkumpul di GSG Unila untuk sidang pleno 3, yang merupakan penetapan hasil dari sidang-sidang komisi.
Kemudian baru sidang pleno 4 dan dilanjutkan pemilihan ketua umum.
“Pembukaan muktamar dilakukan secara daring dan luring,” ungkapnya.
Bagi yang tidak hadir di Lampung Tengah, lanjut dia, Unila menyediakan fasilitas video conference di aula Fakultas Pertanian.
“Sehingga, peserta tetap dapat mengikuti acara tersebut,” ucap dia.
Berikut prosedur penerapan Prokes Muktamar:
1. Peserta muktamar melakukan registrasi online.
2. Saat datang ke venue GSG, peserta akan diarahkan untuk check in ke pos yang sudah disediakan di luar GSG.
3. Saat tiba di pos, peserta dicek suhu badannya oleh petugas dan diharuskan siap dengan aplikasi PeduliLindungi yang ada di hp-nya.
4. Petugas PeduliLindungi akan memandu peserta untuk melakukan scan barcode guna mengetahui apakah peserta sudah divaksin dan memeriksa kesehatan seperti PCR atau rapid antigen.
5. Peserta yang belum tes rapid antigen akan dites oleh panitia secara langsung (on site). Jika hasil rapid negatif, peserta akan mendapatkan vaksin.
6. Jika hasil rapid positif (dengan gejala atau OTG) peserta akan dibawa oleh ambulans untuk isolasi di RSDC Universitas Lampung di depan Gedung 4. Peserta akan di-monitoring kesehatannya oleh nakes.
7. Jika tahap ini sudah berhasil dan tidak ada masalah, maka akan dilakukan scan barcode peserta sudah melakukan registrasi online.
8. Untuk peserta yang tidak melakukan registrasi online, bisa melakukan registrasi di meja yang telah disediakan. Setelah mendaftar secara offline, peserta akan mendapatkan barcode untuk scan.
9. Setelah melakukan scan barcode, peserta mendapatkan nomor antrean. Untuk dapat masuk GSG, peserta menunggu dipanggil panitia sesuai nomor antrean.
Lalu, validasi ulang dan pembagian komisi dan pembagian KIT yang di dalamnya termasuk seminar kit dan prokes kit (masker dan handsanitizer).
10. Setelah ke luar dari gedung, peserta juga wajib check out dengan cara melakukan scan barcode PeduliLindungi lagi. Hal ini dilakukan agar orang-orang yang masuk GSG dapat terdata di PeduliLindungi.
Kegiatan ini mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung dan panitia pusat dan lokal Unila terkait penyediaan rapid antigen, vaksin, tenaga swap, dan vaksin.
Pelaksaan rapid akan terus berlangsung sampai pemulangan peserta.
Sebab, bagi yang dari luar Lampung membutuhkan hasil tes rapid antigen atau PCR, khususnya yang belum vaksin dosis kedua. (*)
Red









