Pasca Kejadian Viral, Mikdar Ilyas Sampaikan Pengawasan SPPG Wajib Diperketat

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menyayangkan adanya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lampung Utara yang menyajikan menu kurang sehat.

Anggota DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilias mengatakan, bahwa program MBG merupakan langkah pemerintah dalam membangun masa depan bangsa.

Sehingga, ia menyampaikan bahwa diperlukan keseriusan SPPG dalam memberikan menu bergizi bagi siswa.

“Kita sangat menyayangkan persoalan terkait video viral tersebut, karena tujuan dari dapur MBG ini menghadirkan makanan yang bergizi, dan sehat. Guna untuk pertumbuhan anak-anak yang membuat mereka semakin cerdas, sehat dan bahkan untuk meneruskan masa depan bangsa dan negara kita,” kata Mikdar dari dapil Lampung Utara kepada media, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga :  PJJ Berakhir, Jumat Siswa di Lampung Kembali Masuk Sekolah

Menurut Mikdar, pihak BGN harus melakukan pemeriksaan lanjutan terkait pengawasan di beberapa dapur SPPG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Saya yakin BGN sudah cukup lengkap, mulai dari pengawas, kepala BGN, hingga aparat terkait. Saya percaya hal ini akan ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya, sehingga ke depan kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Selain itu, kata Mikdar pengelolaan program MBG dapat dilakukan secara maksimal. Agar pihak yang mendapat kesempatan mengelola dapur tidak menyia-nyiakan peluang tersebut.

“Kami sangat berharap MBG ini dapat di maksimalkan. Namun bagi yang mendapat peluang kesempatan untuk mengelola dapur jangan di sia-siakan,” tambahnya.

Mikdar menambahkan, jika ada unsur kesengajaan dalam memberikan menu makan yang kurang sehat, dapur SPPG tersebut dapat ditutup secara permanen.

Baca Juga :  Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat

“Ini kalo ada unsur kesengajaan, dapur itu bisa ditutup, dan kalo ditutup dapurnya, kalo kita membangun dapur baru investasi bisa sampai 2 miliar, uang itu akan sia-sia dan negara pun tidak akan mengembalikan dana,” tegasnya.

Mikdar berharap, kejadian tersebut dapat dijadikan pembinaan bagi pihak dapur agar tidak terulang kembali di Lampung Utara maupun di daerah lain.

“Semoga kejadian ini dapat dijadikan pembinaan dan evaluasi, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi di tempat-tempat lain,” pungkasnya.

Diketahui, Sebelumnya viral dimedia sosial menu makanan dalam kondisi busuk atau berlendir yang berlokasi di Sindang Sari Lampung Utara. (*)

Berita Terkait

Polda Lampung Sikat 5 Kasus Narkoba, Sabu-Ekstasi Rp125 Miliar Disita
Efisiensi Anggaran, Bappeda Lampura Malah Gelontorkan Rp293 Juta untuk Komputer hingga Wallpaper
KNMP Tak Sekadar Bangun Fasilitas, KKP Bidik Ekonomi Nelayan Lamtim
Wakapolda dan Dirresnarkoba Lampung Berganti, Kapolri Tunjuk Singgamata dan Ferizal
Enam Hari Ibu Tak Berkabar, Anak Temukan Jasadnya di Dasar Sumur
Dituding Pungli Insentif Linmas Rp600 Ribu per Bulan, Lurah Penengahan Raya: Itu Sukarela
Unggah Dokumentasi TKA ke Medsos, 8 Sekolah di Lampung Kena Tegur
Ditanya Pemuda Lampung soal Ijazah Gibran, Presiden PKS: Ini Mencederai Rasa Keadilan
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:49 WIB

Polda Lampung Sikat 5 Kasus Narkoba, Sabu-Ekstasi Rp125 Miliar Disita

Rabu, 4 November 2026 - 15:41 WIB

Efisiensi Anggaran, Bappeda Lampura Malah Gelontorkan Rp293 Juta untuk Komputer hingga Wallpaper

Rabu, 4 November 2026 - 11:51 WIB

KNMP Tak Sekadar Bangun Fasilitas, KKP Bidik Ekonomi Nelayan Lamtim

Rabu, 4 November 2026 - 09:25 WIB

Wakapolda dan Dirresnarkoba Lampung Berganti, Kapolri Tunjuk Singgamata dan Ferizal

Rabu, 4 November 2026 - 08:32 WIB

Enam Hari Ibu Tak Berkabar, Anak Temukan Jasadnya di Dasar Sumur

Berita Terbaru