Pasca Viral Terantai! Wagub Jihan Sambangi Anak Usia 6 Tahun di Mesuji

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85?

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengunjungi salah satu rumah warga dari keluarga pra-sejahtera di kawasan Register 45, Pemukiman Karya Jaya, Sungai Buaya, Kabupaten Mesuji, Senin (20/10/2025),

Keluarga tersebut tengah menghadapi persoalan hukum setelah sang ibu dilaporkan karena mengikat anaknya dengan rantai dan meninggalkannya sendirian di rumah.

Namun di balik tindakan yang tampak kejam itu, tersimpan kisah panjang tentang kemiskinan, keputusasaan, dan cinta seorang ibu.

“Kita tidak bisa melihat kasus ini hanya dari sisi hukum. Ada aspek lain yang sangat kompleks, kesehatan, psikologis, dan ekonomi,” ujar Jihan.

Keluarga ini memiliki dua anak, S (6) dan T (2). Sang ayah bekerja sebagai buruh tani harian lepas, sementara sang ibu setiap bulan harus membawa T menjalani pemeriksaan rutin.

Baca Juga :  Canda Presiden Prabowo Ke Gus Yahya: Aku Dari Dulu Minta Kartu NU

Karnea penyakit jantung bawaan dan labiopalatoskizis (bibir sumbing). Kondisi itu membuat T juga mengalami stunting.

Karena keterbatasan ekonomi, sang ibu hanya memiliki satu sepeda motor tua untuk bepergian. Saat harus membawa T berobat, ia terpaksa meninggalkan S di rumah.

Agar S tidak bermain ke sungai atau jalan raya, sesuatu yang pernah terjadi, ia mengikat anaknya dengan rantai. Dari situlah masalah bermula.

“Ini tetap salah, tapi kita juga harus memahami latar belakangnya. Ibu ini tidak punya pilihan lain,” kata Jihan lirih.

Baca Juga :  Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Mesuji kini memberikan pendampingan intensif bagi keluarga ini.

Tim dari dinas sosial, tenaga kesehatan, dan psikolog diterjunkan untuk menilai kondisi keluarga, termasuk rencana operasi bagi T.

“Besok dokter akan menjemput mereka untuk pemeriksaan lanjutan dan persiapan tindakan medis,” tutur Jihan.

Ia menekankan, penanganan tidak boleh hanya berfokus pada satu aspek. Semua persoalan dari kesehatan, pendidikan anak, hingga kesulitan ekonomi harus diselesaikan secara menyeluruh.

“Kita tidak bisa hanya menyelesaikan satu masalah dan mengabaikan yang lain. Semua saling terkait. Inilah wajah kemiskinan yang perlu kita tangani dengan empati,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung
Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026
12 Kursi Eselon II Lampura Kosong, Persetujuan Selter JPTP Diajukan ke BKN
Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana
Hamartoni Bongkar Alasan di Balik Rotasi 16 Pejabat Eselon II Lampura, Selter Besok Mulai Dibuka
Hamartoni Rombak 16 Pejabat Eselon II Lampura, Sejumlah OPD Strategis Berganti Pimpinan
Dewan Pers Nyatakan Berita “Dugaan Kebocoran Anggaran” Diskominfo Tubaba Langgar KEJ
Bank Lampung Siap Kolaborasi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:00 WIB

Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung

Jumat, 4 September 2026 - 19:48 WIB

Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026

Jumat, 4 September 2026 - 18:57 WIB

12 Kursi Eselon II Lampura Kosong, Persetujuan Selter JPTP Diajukan ke BKN

Jumat, 4 September 2026 - 09:03 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana

Kamis, 3 September 2026 - 20:03 WIB

Hamartoni Bongkar Alasan di Balik Rotasi 16 Pejabat Eselon II Lampura, Selter Besok Mulai Dibuka

Berita Terbaru