Program Pengadaan Kambing Kibang Mulya Jaya Dipertanyakan, Proyek Desa Diduga Fiktif

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

LampungCorner.com,Tubaba– Sejumlah warga Tiyuh (Desa) Kibang Mulya Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengungkapkan dugaan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan sejumlah program desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Tiyuh (APBT) Tahun 2024.

Dugaan tersebut mencuat setelah warga mempertanyakan keberadaan 100 ekor kambing yang dianggarkan dalam program ketahanan pangan dengan nilai mencapai Rp.70 juta lebih. Namun, saat diminta menunjukan kambing-kambing tersebut, pihak Pemerintah Tiyuh diduga hanya menunjuk kambing milik warga, bukan hasil pengadaan resmi dari Dana Desa (DD).

“Katanya ada 100 ekor kambing untuk ketahanan pangan, tapi yang ditunjukkan itu kambing warga sendiri waktu Monev dari Kecamatan, kami heran,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi media pada Selasa, (08/07/2025)

Baca Juga :  Kemarau Belum Berakhir, Pemkab Tubaba dan Warga Gelar Salat Istisqa Mohon Turun Hujan

Tak hanya itu, kecurigaan warga juga mengarah pada sejumlah program lainnya seperti, pengembangan sarana dan prasarana UMKM serta koperasi yang tercatat menelan anggaran sebesar Rp.20 juta. Program ini pun diduga fiktif karena tidak terlihat realisasinya di lapangan.

Selain dua program tersebut, sejumlah proyek fisik juga menjadi sorotan. Beberapa item kegiatan yang tercantum dalam APBT 2024 antara lain, Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (drainase, gorong-gorong, slab culvert, dll) dengan total anggaran mencapai Rp.105.889.000, terdiri dari lima kegiatan terpisah.

Baca Juga :  Hari Pramuka ke-65, Bupati Novriwan Ajak Pramuka Tubaba Jadi Teladan Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Kemudian, terdapat pula Penyelenggaraan Posyandu senilai Rp.10.000.000. Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes dengan total Rp.6.600.000 dari dua kegiatan.

Namun, berdasarkan pantauan warga, beberapa proyek fisik belum jelas progres dan bentuk pelaksanaannya. Mereka mendesak agar pihak terkait, terutama Aparat Penegak Hukum (APH), segera turun tangan untuk melakukan audit dan investigasi menyeluruh atas pengelolaan DD.

“Kami hanya ingin DD digunakan sesuai peruntukan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Tiyuh Kibang Mulya Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ini. (Rian)

Berita Terkait

Kemarau Belum Berakhir, Pemkab Tubaba dan Warga Gelar Salat Istisqa Mohon Turun Hujan
FPRD Tubaba Kaji Rencana Pembangunan Menara Telekomunikasi di Pagar Dewa
RAPI Tubaba Dikukuhkan, Kepedulian Sosial Jadi Pesan Utama
Evaluasi Perubahan APBD 2026, Pemkab Tubaba Terima Masukan dari Pemprov Lampung
Verifikasi Gerai KDMP, Pemkab Tubaba Pastikan Kesiapan KDMP
Kemarau Melanda, Pemkab Tubaba dan MUI Siapkan Sholat Istisqa
Tubaba Perkuat Peran Penyuluh Agama, Dorong Program Pembangunan hingga Akar Rumput
Pemkab dan DPRD Tubaba Sepakati Arah Perubahan APBD 2026, Fokus Pembangunan dan Kesejahteraan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 08:41 WIB

Kemarau Belum Berakhir, Pemkab Tubaba dan Warga Gelar Salat Istisqa Mohon Turun Hujan

Rabu, 23 September 2026 - 11:27 WIB

FPRD Tubaba Kaji Rencana Pembangunan Menara Telekomunikasi di Pagar Dewa

Rabu, 23 September 2026 - 10:28 WIB

RAPI Tubaba Dikukuhkan, Kepedulian Sosial Jadi Pesan Utama

Senin, 21 September 2026 - 20:18 WIB

Evaluasi Perubahan APBD 2026, Pemkab Tubaba Terima Masukan dari Pemprov Lampung

Senin, 21 September 2026 - 19:31 WIB

Verifikasi Gerai KDMP, Pemkab Tubaba Pastikan Kesiapan KDMP

Berita Terbaru