LAMPUNGCORNER.COM, Panaragan–Pihak PT.Komering Jaya Perdana (KJP) diduga menzalimi Lima orang karyawan yang bertugas sebagai keamanan atau Security di perusahaan setempat.
Kelima karyawan security tersebut diketahui telah belasan tahun bekerja selaku keamanan di depo PT.KJP yang terletak di Suku Tulung Sawo Tiyuh (Desa) Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung.
“Kami protes atas kehadiran personil Security dari pihak Outsourcing, kami telah dizalimi dari pihak perusahaan, yang secara sepihak telah mendemosi kami ke PT.KJP wilayah Terbanggi, Lampung Tengah.sementara posisi kami digantikan oleh pihak keamanan yang baru dari Outsourcing” Kata Adirsan kepada lampungcorner.com pada (27/62023) sekitar pukul 16.54 Wib
Menurutnya, selaku pengawas keamanan, didampingi anggotanya Sepriyadi, Deswanto, Rustam Efendi, dan Acimjaya, mengatakan permasalahan berawal saat terdapat tenaga keamanan baru dari Outsourcing dengan didampingi 2 orang oknum yang mengaku dari kesatuan Marinir datang ke Depo KJP Panaragan.
“Mereka datang langsung ingin mengisi kekosongan kami, ada beberapa tenaga keamanan itu yang baru, didampingi katanya dari anggota Marinir atas nama Koptu Edi dan Aan, mereka mengatakan kalau kami diganti personil baru” Katanya.
Keputusan demosi sepihak tersebut memicu kemarahan, lantaran sebelumnya tidak pernah ada teguran baik lisan atau tertulis yang menyatakan bahwa karyawan keamanan telah melakukan kesalahan yang menyebabkan mereka pindah tugas.
“Kami hanya dapat informasi bahwa sejak 26 Juni 2023 pihak perusahaan memutuskan kami di demosi ke KJP Terbanggi, dengan posisi pekerja biasa, tempat menimbang karet, dengan alasan kami diganti karena kami sudah seringkali melakukan pelanggaran- pelanggaran seperti absensi, padahal kami tidak pernah merasa dan bahkan dari perusahaan juga belum pernah ada teguran ke kami, buktinya kami masih diberi penghargaan berupa sertifikat dan hewan kurban” jelasnya.
Akibat perlakuan itu, para karyawan tersebut langsung bergegas menuju kantor DPRD setempat untuk mengadukan kejadian yang menimpa mereka, dan meminta anggota legislatif sebagai wakil rakyat agar dapat memanggil pihak perusahaan atau pihak-pihak terkait guna dilakukan mediasi.
Lantaran adanya pergantian mendadak itu, sempat pula memicu ketegangan antara karyawan yang telah belasan tahun bekerja di KJP dengan kedua oknum yang diduga anggota Marinir tersebut sebagai utusan yang diduga dari pihak PT.Petir Tujuh Delapan Gemilang yang berkantor di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Bahkan, buntut penolakan dan protes dari karyawan yang telah bertugas belasan tahun tersebut juga merupakan masyarakat setempat, sejumlah 4 hewan kurban yang dihadiahkan kepada karyawan Security KJP di Panaragan itu pun dikembalikan kepada pihak manajemen perusahaan.
Sejumlah karyawan Security PT.KJP yang hendak di demosi itu, berharap pemerintah daerah melalui DPRD Tubaba dapat memperjuangkan nasib mereka, pasalnya diduga perusahaan yang berkantor pusat di Terbanggi itu sudah sering memperlakukan karyawannya dengan trik pemindahan secara sepihak.
“Kami duga ini trik manajemen perusahaan agar kami tidak nyaman, sehingga kami nanti menyerah dan mundur, akibatnya hak-hak kami tidak akan diberikan sepenuhnya. Kalau disuruh milih, lebih baik kami di PHK saja dan diberikan hak kami, dari pada kami dipindahkan jauh dari keluarga dan justru jadi pekerja yang bukan keahlian kami. Kami minta semua masalah perusahaan ini diusut” Tegasnya.
Sementara itu, menurut Koptu Aan dan Edi, pihaknya tidak mengetahui jika di Depo PT.KJP Panaragan masih ada yang bekerja menjalankan tugas sebagai Security, pihaknya hanya mendapatkan informasi bahwa penempatan personil dari Outsourcing telah dapat mulai menjalankan tugas.
“Saya hanya bertugas sebagai pembina, melatih Security yang ada. Karyawan lama itu tahu dengan saya. Kami tidak tahu jika masih ada yang bekerja sebagai keamanan di perusahaan ini, kami kira sudah kondusif, ternyata tidak. Kami hanya pihak ketiga yang ditugaskan manajemen perusahaan untuk mendampingi penempatan personil Security yang baru ini saja, kami tidak tahu kalau akan ada persoalan ini, mohon untuk dipahami, kami anggap ini sebagai silaturahmi” kata Aan dan Edi, saat di mediasi di rumah warga yang berada di depan perusahaan KJP setempat juga turut dihadiri Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Sementara itu, hingga berita ini di turunkan, pihak PT.KJP melalaui HRD Rico saat di hubungi lampungcorner. com via whatsapp pun chatatting belum direspon. (*)
