Home / BANDAR LAMPUNG / HUKUM

Rabu, 8 September 2021 - 16:18 WIB

Sidak RSUDAM soal Dugaan Pemukulan, Komisi V Beri Tiga Rekomendasi

Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo usai sidak RSUDAM, Rabu (8/9/2021). Foto: Sulaiman

Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo usai sidak RSUDAM, Rabu (8/9/2021). Foto: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung melakukan sidak ke RSUD Abdul Moeloek pasca dugaan pemukulan yang dilakukan oknum satpam RS tersebut terhadap nenek Lasmi (50).

Anggota Komisi V Deni Ribowo mengatakan, setelah peristiwa Selasa (7/9/2021), pihaknya sudah menemui keluarga korban.

Dan, Rabu (8/9/2021) ini pihaknya melakukan sidak dengan mendatangi pos-pos satpam dan juga berkeliling rumah sakit.

Hasilnya, ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pihak RSUDAM.

Pertama, pihak RSUDAM harus benar-benar menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kedua, rumah sakit seluas 8 hektare ini hanya memiliki 35 satpam. Bila dibagi empat regu, masing-masing kelompok hanya beranggota 7 orang.

BACA JUGA  Polisi Ringkus Penculik dan Perampas Mobil Mahasiswa di Lapangan Saburai

Menurut Deni, idealnya setiap kelompok 20 orang. Maka dari itu pihaknya meminta kepada rumah sakit menambah personel menjadi 80 orang.

“Ketiga, CCTV juga kurang, sehingga pengawasannya minim. Ini yang sangat penting. Rekomendasi ini kita sudah sampaikan ke direktur RSUDAM,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga mendapat laporan sering terjadi kehilangan barang pada keluarga pasien. Pelaku beberapa di antaranya sudah ditangkap.

“Kami minta ada perbaikan sistem di RSUDAM ini. Untuk memberikan pelayanan yang baik. Seperti keamanan harus lebih humanis tidak dengan menggunakan kekerasan,” ujarnya.

BACA JUGA  DPRD-KONI Lampung Siapkan Kejutan untuk Atlet Berprestasi di PON

Anggota komisi V lainnya, yang juga Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia Lampung, Apriliati, mengatakan RSUDAM harus mempertegas SOP dan aturan internal.

“Kemudian kasus ini harus diproses secara hukum. Bukan tipiring (tindak pidana ringan),” pinta Apriliati.

Ia juga meminta kekerasan dan arogan terhadap perempuan dan masyarakat kecil tidak dibiarkan.

“Mereka mencari sesuap nasi. Penanganan bisa humanis dan beretika,” tegasnya. (*)

Red

Share :

48 views

Baca Juga

Ilustrasi/Kalbi Rikardo

HUKUM

Seorang Anak di Lampung Tengah, Penggal Kepala Ayah Kandung Hingga Putus

BANDAR LAMPUNG

Musda Partai Demokrat Tunggu DPP, Calon Ketum Harus Miliki 20 Persen Dukungan

BREAKING NEWS

KPK OTT Beberapa Orang di Kalimantan Selatan
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG

Gubernur Arinal Siap Implementasikan Aplikasi Belanja Langsung untuk Cegah Korupsi

BANDAR LAMPUNG

Pesan Arinal ke Kontingen PON Lampung: Adik-adik Fokus Kejar Prestasi, Saya Benahi Organisasi

BANDAR LAMPUNG

Bulan Depan, DPRD Lampung Mulai Bahas KUA-PPAS 2022

BANDAR LAMPUNG

Ditolak PKS, Arinal Yakin Pendirian Lima BUMD Bermodal Rp140 M Diloloskan DPRD

BANDAR LAMPUNG

Kemenparekraf Kunjungi Pulau Pahawang, Aneka Rasa, hingga Puncak Mas