LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung melakukan sidak ke RSUD Abdul Moeloek pasca dugaan pemukulan yang dilakukan oknum satpam RS tersebut terhadap nenek Lasmi (50).
Anggota Komisi V Deni Ribowo mengatakan, setelah peristiwa Selasa (7/9/2021), pihaknya sudah menemui keluarga korban.
Dan, Rabu (8/9/2021) ini pihaknya melakukan sidak dengan mendatangi pos-pos satpam dan juga berkeliling rumah sakit.
Hasilnya, ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pihak RSUDAM.
Pertama, pihak RSUDAM harus benar-benar menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Kedua, rumah sakit seluas 8 hektare ini hanya memiliki 35 satpam. Bila dibagi empat regu, masing-masing kelompok hanya beranggota 7 orang.
Menurut Deni, idealnya setiap kelompok 20 orang. Maka dari itu pihaknya meminta kepada rumah sakit menambah personel menjadi 80 orang.
“Ketiga, CCTV juga kurang, sehingga pengawasannya minim. Ini yang sangat penting. Rekomendasi ini kita sudah sampaikan ke direktur RSUDAM,” kata dia.
Selain itu, pihaknya juga mendapat laporan sering terjadi kehilangan barang pada keluarga pasien. Pelaku beberapa di antaranya sudah ditangkap.
“Kami minta ada perbaikan sistem di RSUDAM ini. Untuk memberikan pelayanan yang baik. Seperti keamanan harus lebih humanis tidak dengan menggunakan kekerasan,” ujarnya.
Anggota komisi V lainnya, yang juga Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia Lampung, Apriliati, mengatakan RSUDAM harus mempertegas SOP dan aturan internal.
“Kemudian kasus ini harus diproses secara hukum. Bukan tipiring (tindak pidana ringan),” pinta Apriliati.
Ia juga meminta kekerasan dan arogan terhadap perempuan dan masyarakat kecil tidak dibiarkan.
“Mereka mencari sesuap nasi. Penanganan bisa humanis dan beretika,” tegasnya. (*)
Red















