LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — PDIP Lampung memberikan penjelasan perihal adanya isu Wali Kota Bandarlampung aktif Eva Dwiana dicoret dari bursa pencalonan pada Pilwakot 2024 mendatang.
Sekretaris DPD PDIP Lampung Sutono menerangkan, saat ini PDIP masih fokus dalam Pileg dan Pemilu 2024.
Menurutnya, di internal partai memang ada peraturan satu keluarga dibatasi jumlah pencalonan. Karena PDIP sangat menetang KKN (Nepotisme).
Hal tersebut tertuang dalam surat surat nomor 4885/IN/DPP/III/2023 tantang penegasan instruksi, yang ditandatangani oleh Ketua DPP Prananda Prabowo dan Sekjen Hasto Kristiyanto pada 13 Maret 2023 lalu.
Dalam surat tersebut disebutkan, anggota atau kader partai dalam satu keluarga yang terdiri dari suami atau istri, orang tua dan atau anak hanya diperbolehkan mendaftar sebagai bakal calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi atau DPRD kabupaten/kota paling banyak dua orang termasuk dirinya sendiri.
Kedua, Anggota atau kader partai dalam satu keluarga yang terdiri dari suami istri , orangtua, dan atau anak tidak diperbolehkan sebagai bakal calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota, partai dalam satu lingkaran yang sama dan atau daerah pemilihan yang sama.
Ketiga, Anggota atau kader partai dalam satu keluarga yang terdiri dari suami atau istri, orangtua, dan atau anak yang mendaftar sebagai cakal calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kaupaten/kota, tidak boleh mencalonkan diri dari partai politik yang berbeda.
Ke empat, bila ada kader parpol yang memiliki suami atau istri yang berkewarganegaraan asing, maka yang bersangkutan dilarang mendaftar sebagai anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
“Aturan ini memang ada, tapi ini khusus untuk pencalegan,” katanya.
Ditanya apakah aturan ini akan berlaku juga untuk pencalonan kepala daerah, Sutono mengungkapkan, aturan itu khusus untuk pencalegan, tetapi bisa diterjemahkan sendiri bagaimana kebijakan yang akan ada kedepannya.
“Bisa diterjemahkan, pada prinsipnya kita tidak bisa tidak sehati. Ini arahan pimpinan DPP. Kalau kata Ibu Megawati kan tidak sehatinya,” tandasnya. (*)
Red















