LAMPUNGCORNER.COM, Tulangbawang Barat – Tahun 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencatat telah melakukan pembangunan jalan mencapai 1.783,861 kilometer.
Berdasar jumlah jalan yang ada saat ini tercatat 63,59 persen atau 1.134,407 km merupakan jalan mantap, sementara sisanya 645,454 KM tergolong jalan tidak mantap.
“Berdasar SK jalan hingga tahun 2021 saat ini, itu merupakan jumlah panjang jalan di Tubaba. Adapun jalan mantap itu adalah panjang jalan dengan kondisi baik dan sedang, sedangkan jalan dengan kondisi tidak mantap adalah ruas dengan kondisi rusak ringan dan rusak berat,” kata Kabid Bina Marga, Sumardi, saat dikonfirmasi lampungcorner.com, Kamis (30/12/2021).
Menurutnya, dari catatan itu, Pemkab Tubaba melalui Dinas PUPR terus berkomitmen melakukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.
“Jalan itu prioritas pembangunan dan sebagai upaya mewujudkan akses transportasi tersebut. Tahun 2021 ini melalui Bidang Bina Marga, telah melakukan pembangunan sejumlah ruas jalan yang tersebar di sembilan kecamatan di Tubaba baik rekonstruksi, peningkatan jalan lingkungan, peningkatan jalan poros, dan pemeliharaan rutin,” jelasnya.
Lanjut dia, melalui sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dinas PUPR telah menganggarkan berbagai kegiatan pembangunan jalan tersebut di tahun 2021.
“Saat ini proses pembangunan jalan untuk tahun anggaran 2021 rata-rata sudah selesai, dan memang tidak dapat dipungkiri masih terdapat beberapa evaluasi,” ucap Sumardi.
Namun, prioritas pembangunan jalan baik mantap dan tidak mantap itu akan tetap berlanjut di tahun 2022 mendatang.
Dan kemungkinan titik-titik ruas jalan yang di rekonstruksi, peningkatan, maupun pemeliharaan akan berpindah.
Mengingat masih banyaknya proposal yang memerlukan pembangunan-pembangunan tersebut.
“Dengan keterbatasan anggaran, tentu tidak semua jalan di Tubaba ini dapat tersentuh, tetapi akan kita usahakan. Misalnya kalau kondisi jalannya rusak berat ada sebagian yang kita rigid, kembalikan ke kondisi awal, atau kita tingkatan ke hotmix, utamanya penghubung antar kecamatan. Oleh karenanya, diperlukan juga kerjasama kita dan peran serta masyarakat untuk memberikan saran kritikan yang membangun untuk kemajuan daerah,” tutupnya. (drn)
Red









