LAMPUNGCORNER.COM, Lampung utara — Kapolres Lampung Utara (Lampura) AKBP Kurniawan Ismail turun ke lokasi proyek jalan penghubung Lampura-Waykanan, Sabtu (20/11/2021).
Proyek ini terhenti karena pekerja diancam oleh sekelompok preman bersenjata tajam (sajam)
Kurniawan menegaskan polisi tidak akan memberikan tempat dan siap menindak tegas aksi premanisme di Lampura.
“Diimbau masyarakat tidak perlu takut karena polisi akan menjamin keamanan. Ini pun sesuai instruksi Pak Kapolri,” kata kapolres.
Aparat Polres Lampura karenanya, siap mengawal dan menjamin keamanan di lokasi proyek.
Rencananya ada 15 personel yang akan ditempatkan di lokasi untuk memastikan sekitar 10 orang pekerja bekerja dengan aman.
“Kami jamin keamanan para pekerja dan meminta untuk bisa beraktivitas kembali melanjutkan pembangunan proyek pemerintah itu,” tandasnya.
Menurut dia, polisi telah mengantongi beberapa nama yang diduga terlibat aksi pengancaman di lokasi proyek itu.
“Untuk kasusnya sendiri saat ini tengah ditangani oleh Satreskrim,” terusnya.
Diketahui, proyek dimaksud adalah pembangunan ruas jalan penghubung simpang SD Muara Sungkai, Lampura ke Waykanan.
Setelah didatangi preman pekerja menghentikan proyek senilai Rp947 juta tersebut. Hingga berita diturunkan, proyek masih terhenti. (*)
Red









