LAMPUNGCORNER.COM, Militan-militan dari Pasukan Demokrat Sekutu (ADF) menewaskan sedikitnya 21 warga sipil dalam serangan satu malam di sebuah desa pada bagian timur Republik Demokratik Kongo. Keterangan tersebut diungkapkelompok hak asasi manusia dan seorang saksi mata
Kejadian tragis ini terjadi Desa Masambo. Wilayah itu terletak 40 km dari kota Beni, wilayah Ruenzori.
“Sungguh sebuah keajaiban saya bisa selamat. Kami sudah berada di tempat tidur ketika mendengar suara sepatu bot di luar, serta suara peluru,” ucap warga Masambo yang selamat dari pembantaian, Kakule Saanane seperti dikutip dari Reuters.
“Setelah mendengar tangisan korban, kami menyadari bahwa itu adalah serangan pemberontak,” sambung dia.
ADF merupakan kelompok militan dari Uganda yang telah aktif di Kongo timur sejak tahun 1990-an. Mereka bertanggung jawab atas ribuan korban jiwa . ADF sering menyerang warga dengan membantai mereka secara tiba-tiba tengah malam, dengan parang dan kapak.
Terkait aksi terbaru ini, Saanane jumlah korban jiwa kemungkinan besar akan bertambah.
Juru Bicara Militer Kongo Anthony Mwalushayi mengatakan dirinya akan mengeluarkan pernyataan setelah menyelesaikan investigasi keamanan di zona tersebut.
Bulan Desember silam, Uganda mengirim lebih dari 1.000 tentaranya ke Kongo untuk melakukan operasi gabungan melawan ADF.
Kelompok yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris pemberontak oleh Amerika Serikat tersebut juga dianggap sebagai pasukan bersenjata paling mematikan di wilayah Afrika Timur dan Tengah.
Menurut perkiraan PBB, ADF memiliki sekitar 1.000 anggota, dan telah meningkatkan aktivitas militannya dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menargetkan pasukan penjaga perdamaian, melakukan serangan bunuh diri, dan pembobolan penjara.
Menurut Koordinator Pelacak Keamanan Kivu Pierre Boisselet, yang dikutip The New York Times, ADF juga telah membunuh sedikitnya 2.115 warga sipil di Kongo timur sejak Juni 2017.
Red















