Viral! Video Kepsek SDN 03 Sindang Sari Ungkap Menu MBG Busuk, Diduga Sebabkan 11 Siswa Keracunan

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak SPPG Dapur Hajjah Lis, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa saat klarifikasi menemui Kepala SDN 03 Sindangsari.

Pihak SPPG Dapur Hajjah Lis, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa saat klarifikasi menemui Kepala SDN 03 Sindangsari.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Jagat maya dihebohkan oleh beredarnya video Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 03 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, yang mengungkapkan bahwa makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima sekolahnya dalam kondisi busuk dan diduga menyebabkan sejumlah siswa mengalami keracunan, Senin (12/1/2026).

Dalam video yang viral tersebut, Kepsek SDN 03 Sindang Sari, Ida Yulia Mega, menyebut menu yang diterima berupa bacem tempe, tumisan sayur, dan buah yang sudah tidak layak konsumsi.

Ida menegaskan, insiden ini bukanlah yang pertama. Ia mengaku telah berulang kali melayangkan pengaduan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun tidak pernah mendapat respons yang memadai.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Peringati Hari Kartini 2026, Wulan Mirza Ajak Kalangan Perempuan Inspirasi Penguatan Pembangunan Pendidikan

“Ini bukan kali pertama kami menerima makanan seperti ini. Saya sudah beberapa kali melakukan pengaduan, tetapi tidak ada respons dari pihak SPPG,” ujar Ida saat ditemui awak media di sekolah yang dipimpinnya.

Bahkan, menurut Ida, ketika pihak sekolah konfirmasi mengenai makanan yang tak layak konsumsi, pihak MBG memberi saran untuk sekolah mengubah MoU pada dapur SPPG lain.

Ia pun berharap pihak penyedia MBG dapat bekerja lebih profesional agar kejadian serupa tidak kembali terulang, baik di sekolahnya maupun di sekolah lain.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Dapur Hajjah Lis, Abib Saputra, mengakui adanya kelalaian dan menyatakan pihaknya telah mengambil langkah tanggung jawab serta melakukan evaluasi terhadap para pekerja.

Baca Juga :  Heboh UU HKPD, Pemkab Lampung Selatan Pastikan Tak Ada PHK Massal PPPK

“Kami sudah meminta maaf dan bertanggung jawab dengan memberikan susu serta obat-obatan ringan kepada siswa yang terdampak,” kata Abib.

Diketahui, jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan mencapai 11 orang, dengan keluhan seperti sakit perut, diare, dan muntah-muntah.

Hingga berita ini dibuat, Camat Kotabumi, Sinar Barkah, belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan aplikasi WhatsApp tidak mendapat respons. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Ungkap Kasus TPPO Anak Dibawah Umur, Gubernur Mirza Apresiasi Kinerja Polda Lampung
Polda Lampung Batasi Akses Keluar Daerah, Upaya Buru Pelaku Penembakan Bripka Arya
Tawuran yang Diatur Lewat Medsos Berakhir Maut, ABH 16 Tahun Diamankan Polisi
Ketua Kwarda Lampung Jihan Buka Rakerda Pramuka, Lakukan Penguatan Kolaborasi Pembangunan Daerah
Sekdaprov Marindo Tegaskan Pemprov Lampung Komitmen Perbaiki 26 Catatan Temuan Itjen Kemendagri
Pemkab Lampura Siapkan Rp35,9 Miliar, Gaji ke-13 ASN Cair Awal Juni 2026
Sekdaprov Marindo Ikuti Peluncuran Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Mendikdasmen RI
PSEL Lampung Raya Jadi Tonggak Baru Pengelolaan Sampah Terintegrasi
Berita ini 385 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:39 WIB

Ungkap Kasus TPPO Anak Dibawah Umur, Gubernur Mirza Apresiasi Kinerja Polda Lampung

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:18 WIB

Polda Lampung Batasi Akses Keluar Daerah, Upaya Buru Pelaku Penembakan Bripka Arya

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:23 WIB

Tawuran yang Diatur Lewat Medsos Berakhir Maut, ABH 16 Tahun Diamankan Polisi

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:13 WIB

Ketua Kwarda Lampung Jihan Buka Rakerda Pramuka, Lakukan Penguatan Kolaborasi Pembangunan Daerah

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lampura Siapkan Rp35,9 Miliar, Gaji ke-13 ASN Cair Awal Juni 2026

Berita Terbaru