Waspada! Swab Antigen Mandiri Bisa Picu Pendarahan

- Jurnalis

Selasa, 3 Agustus 2021 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Belakangan ini, banyak warga yang melakukan tes swab antigen mandiri tanpa pendampingan dari tenaga kesehatan (nakes). Ternyata hal tersebut dapat berakibat fatal.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandarlampung dr. Aditya M Biomed menyarankan masyarakat tidak melakukan swab antigen mandiri tanpa pendampingan nakes.

Sebab, menurut Aditya hal tersebut sangat berbahaya apabila tidak hati-hati.

“Tulang hidung merupakan tulang rawan dan di dalamnya banyak saraf arteri yang apabila tidak hati-hati melakukannya dapat menimbulkan pendarahan. Jadi kalau kualitas alat swabnya jelek atau keras, bisa bikin lecet dan efeknya akan terjadi pendarahan,” papar Aditya, Selasa (3/7/2021).

Baca Juga :  Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026

Aditya juga menerangkan, penggunaan alat rapid tes antigen tidak semudah apa yang terlihat. Karena ada waktunya dan tidak bisa langsung diteteskan serta keluar hasilnya.

Bahkan, dalam alat tes antigen itu juga terdapat indikasi positif dan negatif serta invalid. Sehingga harus yang berkompeten yang bisa menginterpretasikan bahwa hasilnya positif atau negatif (covid-19).

Baca Juga :  Anggaran Terbatas, DLH Bandar Lampung Belum Bisa Sediakan Tempat Sampah untuk Warga

“Jadi harus mereka yang terlatih kalau masyarakat umum kan memang bukan bidangnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung ini juga menjelaskan pemeriksaan rapid tes antigen merupakan penunjang guna dilanjutkan ke tes PCR apabila memiliki kontak erat dan memiliki gejala COVID-19.

“Jadi ini bukan pekerjaan orang awam, tidak boleh main tes sendiri,” tandasnya. (*)

Red

Berita Terkait

Wakapolda dan Dirresnarkoba Lampung Berganti, Kapolri Tunjuk Singgamata dan Ferizal
Enam Hari Ibu Tak Berkabar, Anak Temukan Jasadnya di Dasar Sumur
Ditanya Pemuda Lampung soal Ijazah Gibran, Presiden PKS: Ini Mencederai Rasa Keadilan
Pulang ke Almamater, Ketua HIPMI Lampung Gilang Ramadhan Suntik Semangat Wirausaha Pelajar
Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal
Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat
Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi
Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:25 WIB

Wakapolda dan Dirresnarkoba Lampung Berganti, Kapolri Tunjuk Singgamata dan Ferizal

Rabu, 4 November 2026 - 08:32 WIB

Enam Hari Ibu Tak Berkabar, Anak Temukan Jasadnya di Dasar Sumur

Selasa, 3 November 2026 - 07:55 WIB

Ditanya Pemuda Lampung soal Ijazah Gibran, Presiden PKS: Ini Mencederai Rasa Keadilan

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WIB

Pulang ke Almamater, Ketua HIPMI Lampung Gilang Ramadhan Suntik Semangat Wirausaha Pelajar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Berita Terbaru

Personel Tim Rescue C Damkarmat Kota Bandar Lampung mengevakuasi jasad perempuan lanjut usia yang ditemukan di dalam sumur di belakang rumahnya, Jalan Makmun Isya, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Selasa (3/11/2026). Foto: Ist.

BANDAR LAMPUNG

Enam Hari Ibu Tak Berkabar, Anak Temukan Jasadnya di Dasar Sumur

Rabu, 4 Nov 2026 - 08:32 WIB