LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Selatan — Gunung Anak Krakatau (GAK) tercatat mengalami erupsi sebanyak empat kali sejak tanggal Selasa (3/1/2023).
Berdasarkan data yang dihimpun dari magma.esdm.go.id, tercatat erupsi GAK pertama terjadi sekitar pukul 16.38 Wib dengan ketinggian material yang dimuntahkan mencapai 100 meter dari bibir kawah.
Erupsi kedua terjadi Rabu (4/1/2022) sekitar pukul 14.10 Wib dengan ketinggian 100 meter. Kemudian erupsi ketiga terjadi sekitar pukul 15.09 Wib dengan ketinggian material vulkanik yang dimuntahkan mencapai 3000 meter atau 3 kilometer.
Kamis (5/1/2023) sekitar pukul 00.13 WIB, tercatat, tinggi kolom letusan teramati ± 750 m di atas puncak (± 907 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 1590 detik.
Petugas Pos Pantau GAK Suwarno menerangkan, dari rekaman CCTV Pos Pantau di Desa Hargo Pancuran Lampung Selatan, erupsi teramati GAK memuntahkan abu dengan warna hitam tebal ke arah timur.
“Himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada. Walaupun ini masih tetap level 3 atau siaga, kita tetap waspada,” kata Suwarno. (*)
Red









