LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung – Sebuah minimarket di Jalan Sisingamaraja, Kelapa Tiga, Tanjungkarang Barat (TkB) dibobol perampok menggunakan senjata api, Selasa (4/1/2022) pukul 03.30 Wib.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perampok diperkirakan berjumlah tiga orang. Mulai dari brankas penyimpanan uang dan sejumlah bungkus rokok berbagai merek digasak para perampok.
Kepala Toko, Bili (25) mengatakan, kejadian tersebut baru diketahui olehnya sekira pukul 06.00 WIB dengan keadaan toko sudah terbuka.
“Pagi tadi saya mau buka toko, tapi ternyata rolling door sudah kebuka,” ungkap Bili.
Perampok tersebut diduga masuk dengan cara merusak gembok dan rantai pengunci rolling door. Selain itu, etalase juga didapati sudah diacak-acak oleh pelaku.
Aksi perampokan tersebut juga terekam CCTV milik warga sekitar. Namun, CCTV toko tak bisa diakses karena diambil para pelaku juga.
“Gak bisa lihat CCTV toko, karena decoder nya juga diambil jadi tadi minta CCTV rumah samping toko ini,” kata Bili.
Berdasarkan rekaman CCTV, Bili menjelaskan para perampok berjumlah 3 orang dengan mengendarai mobil Ertiga berwarna hitam. Namun, nomor polisi tidak terlihat jelas.
“Orangnya tegap tegap gitu, pakai pistol. Kalau mukanya nggak keliatan karena pakai masker sama topi,” ungkapnya.
Mengenai jumlah kerugian yang dialami minimarket tersebut, ia belum mengetahui secara pasti jumlah kerugiannya.
“Brankas sama rokok, kalau jumlahnya saya belum tahu. Ini kita lagi menghitung apa saja yang hilang,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolsek Tanjung Karang Barat, Kompol David Jeckson Sianipar mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan.
“Penyelidikan kami lakukan dengan bekerjasama Satreskrim Polresta Bandarlampung,” kata David.
Terkait modus yang dilakukan pelaku adalah merusak kunci gembok rolling door minimarket tersebut.
David memperkirakan para pelaku berjumlah 3 orang dan mengambil rokok dan brankas. Pihaknya kini masih mengidentifikasi pelaku dari rekaman CCTV.
“Masih kita pelajari rekaman CCTV dan petunjuk di sekitar TKP. Kemungkinan pelaku ini berasal dari luar (Lampung),” pungkasnya. (*)
Red















