LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Khawatir hewan dilindungi makin langka dan pembakaran hutan yang marak, Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) bekerja sama dengan Polda Lampung.
Polda Lampung dan jajaran bertugas memberi pengamanan, khususnya Polres Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Tulangbawang.
Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Subiyanto, menyebutkan memang masih ada pembakaran hutan dan perburuan hewan langka di Lampung.
“Dalam hal ini kami saling menukar data dan informasi, juga membantu keamanan dan pengamanan,” ungkapnya, Jumat (7/1/2022).
Subiyanto menerangkan lima spesies kunci yang hanya ada di Indonesia bahkan di dunia, ternyata berada di Lampung. Yakni badak, harimau, gajah Sumatera, tapir, dan beruang madu.
“Harus dilindungi dan dikelola. Ini saja masih banyak yang diburu, gajah diambil gadingnya, tentu saja tidak ada toleransi untuk hukumnya,” tegas Subiyanto.
Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE KLHK), Wiratno, berharap dengan kerja sama ini aset di Way Kambas akan terjaga.
“Kita juga harus bangga karena ini bukan cuma milik Lampung, tapi Indonesia karena diakui di tingkat nasional, Asia, maupun dunia,” papar Wiranto.
Menurut dia, saat ini ada penurunan kualitas ekosistem hutan akibat perburuan dan konflik satwa liar, khususnya gajah Sumatera.
“Dengan sinergitas ini, kita harap dapat bersama-menjaga dan memperbanyak hewan-hewan dilindungi,” pungkas Wiranto. (*)
Red









