LAMPUNGCORNER.COM, Pelatih Manchester United (MU), Ralf Rangnick, menyoroti sanksi yang diberikan Pemerintah Inggris kepada bos Chelsea, Roman Abramovich. Pelatih asal Jerman itu bahkan menyeret dua klub lain, Arsenal dan Everton, ketika melihat The Blues yang tengah ‘dimiskinkan’ Inggris.
Pada Kamis (10/3), CNN International mewartakan bahwa Roman Abramovich masuk dalam daftar tujuh oligarki Rusia (pebisnis kaya raya yang terkait politik) yang disanksi Pemerintah Inggris. Aset milik Abramovich dibekukan seluruhnya, termasuk Chelsea.
Klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu tak bisa bergerak bebas menyusul sanksi tersebut. Toko resmi tak bisa beroperasi, tak boleh menjual tiket kandang, hingga tak bisa memperpanjang kontrak para pemain atau melakukan aktivitas transfer lainnya.
Pelatih-pelatih Inggris sudah banyak yang buka suara, mulai dari Pep Guardiola dan Antonio Conte yang menaruh rasa iba, hingga Juergen Klopp yang dengan berani menyatakan setuju 100 persen atas sanksi yang diterima Abramovich. Lantas, bagaimana pendapat Ralf Rangnick?
“Sejujurnya, semua orang punya pendapat yang sama bahwa ini adalah tragedi. Apa yang terjadi di sana dan semua orang hanya bisa mengatakan semoga mereka menemukan solusi damai,” kata Rangnick, dikutip dari Manchester Evening News.
“Dan itu mempengaruhi semua tindakan yang telah diambil secara politis berkaitan dengan ekonomi, yang juga mempengaruhi bisnis sepak bola. Saya tidak memiliki cukup informasi untuk berbicara tentang apa yang terjadi sekarang di Chelsea,” imbuhnya.
Meski tampak hati-hati mengomentari situasi tersebut, Ralf Rangnick dengan berani menyeret dua klub lain, Arsenal dan Everton, yang juga punya sejarah disokong oleh oligarki Rusia.
“Oleh karena itu, kita harus sangat berhati-hati untuk menyalahkan seseorang karena melakukan ini atau itu, ini tidak dapat diramalkan dan Roman Abramovich telah menjadi pemiliknya [Chelsea]. Tidak hanya di Chelsea, juga di Arsenal dan Everton ada saham kepemilikan oligarki Rusia, mereka bukan satu-satunya,” jelas Rangnick.
Apa yang dikatakan Rangnick benar. Di balik kucuran dana Arsenal dan Everton, ada USM Holdings yang dimiliki oleh Alisher Usmanov. Ia adalah pemilik lebih dari 30 persen saham Arsenal sebelum menjualnya ke pemilik saat ini, Stan Kroenke, pada 2018.
Sementara di Everton, Usmanov menjadi penyokong dana tempat latihan klub sejak 2017 dengan kontrak awal lima tahun. Kesepakatan itu juga berisi opsi hak penamaan stadion baru dengan nilai 30 juta poundsterling (Rp 560 miliar).
Namun, Pemerintah Inggris telah resmi membekukan aset Usmanov pada 3 Maret lalu. Itu berbarengan dengan hukuman yang juga menimpa mantan Wakil Perdana Menteri Rusia, Igor Shuvalov, yang kini menjabat sebagai dewan manajemen bank Rusia, VEB.RF.
“Pesan kami kepada [Vladimir] Putin dan sekutunya sudah jelas sejak hari pertama, menyerang Ukraina akan memiliki konsekuensi ekonomi yang serius,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, dikutip dari Sky Sports.
“Sanksi [Alisher] Usmanov dan [Igor] Shuvalov mengirimkan pesan yang jelas bahwa kita akan memukul oligarki dan individu yang terkait erat dengan rezim Putin dan perang biadabnya” tambah Truss.
Sementara menurut laporan The Guardian, sanksi itu membuat Everton menangguhkan kontrak kerja sama mereka dengan Alisher Usmanov. Bahkan tak hanya dengan USM Holdings milik Usmanov, kerja sama dengan dua perusahaan Rusia lainnya, MegaFon dan Yota, juga bernasib sama.
“Klub dapat mengkonfirmasi bahwa kami telah menangguhkan dengan segera semua pengaturan sponsor komersial dengan perusahaan Rusia USM Holdings, MegaFon, dan Yota,” bunyi pernyataan resmi Everton.
Red















