LAMPUNGCORNER.COM, Menteri Olahraga Inggris, Nigel Huddleston, memberi kabar baik buat Chelsea, yakni pihaknya berjannji akan terus memberi kelonggaran kepada klub seiring berjalannya waktu. Terutama, menjelang adanya pemilik baru yang bakal menggantikan posisi Roman Abramovich.
Sebelumnya, Pemerintah Inggris telah memberikan sanksi kepada Abramovich pada 10 Maret 2022, menyusul adanya konflik Rusia-Ukraina. Seluruh aset Taipan Rusia itu dibekukan, termasuk klub Chelsea miliknya. Jadilah, The Blues itu dipersulit aktivitasnya.
Hal tersebut terpaksa dilakukan Pemerintah Inggris karena adanya kedekatan Abramovich dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Secara garis besar, Chelsea dilarang melakukan penjualan komersial termasuk tiket dan merchandise, penjualan klub juga mesti ditangguhkan, aktivitas transfer dan pembicaraan kontrak baru terhambat, dan biaya operasional dipotong.
Namun, baru-baru ini, lisensi khusus yang diberikan Pemerintah Inggris terhadap Chelsea mulai dilonggarkan. Teranyar, para pendukung Chelsea diperbolehkan membeli beberapa jenis tiket pertandingan.
Mulai dari tiket tandang di Liga Inggris, tiket kandang dan tandang Liga Champions, tiket pertandingan Piala FA, hingga tiket pertandingan Chelsea Women di pertandingan kandang maupun tandang.
Hanya, pemasukan dari penjualan tiket yang dibeli para fan tidak akan masuk ke kantung manajemen Chelsea. Pemerintah Inggris akan mengalokasikan hasil penjualan tiket kepada tim tuan rumah atau menyalurkannya kepada Federasi Sepak Bola Inggris (FA).
“Kami telah melakukan banyak dialog dengan penggemar Chelsea. Hasilnya bisa dilihat seperti sekarang, kami mencoba memodifikasi lisensi khusus yang mereka terima,” kata Huddleston kepada BBC International, Rabu (30/3).
“Saya juga mengusahakan yang terbaik demi pendukung Chelsea sejak awal. Namun, mereka memang belum bisa kembali seperti semula, sebab pemilik klub telah dijatuhi sanksi. Jadi, untuk sekarang Chelsea belum bisa berbisnis seperti biasanya,” tambahnya.
Di sisi lain, meski Pemerintah Inggris telah memberikan pelonggaran, tetapi sebagian fan Chelsea merasa hal tersebut belum cukup. Seperti yang diungkap salah satu basis terbesar pendukung Chelsea, Chelsea Supporters’ Trust (CST).
CST menilai, Pemerintah Inggris seharusnya jangan melibatkan para penggemar terkait adanya sanksi yang menimpa Abramovich. Sebab, banyak pihak yang dirugikan dari dilarangnya aktivitas menonton di stadion.
Sehingga, meski para fan telah diperbolehkan membeli beberapa tiket pertandingan, tetapi nyatanya mereka belum diperbolehkan untuk membeli tiket di Stamford Bridge, khususnya di Liga Inggris. Alhasil, banyak staff maupun karyawan yang bekerja di stadion pendapatannya berkurang dan mengalami penurunan ekonomi yang signifikan.
“Kami kecewa karena belum mendapatkan tanggapan lebih lanjut dari Menteri Olahraga Inggris [Huddleston]. Mereka seharusnya lebih memperhatikan para pekerja yang terdampak atas pelarangan pembelian tiket di stadion. Sehingga, kami berharap lisensi khusus yang diberikan lebih dilonggarkan,” tulis pernyataan CST pada Selasa (29/3) lalu.
Red















