LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Tour Krakatau merupakan satu agenda penting dan menarik dalam rangkaianFestival Krakatau setiap tahunnya.
Tour Krakatau merupakan kegiatan mengunjungi Gunung Anak Krakatau (GAK) menggunakan kapal yang disiapkan oleh Pemprov Lampung dan diikuti ratusan hingga ribuan peserta.
Namun dalam gelaran Festival Krakatau (K-Fest) tahun ini, kegiatan tersebut tidak masuk dalam agenda. Sebab acaranya hanya digelar di PKOR Way Halim Bandarlampung pada 7-8 Juli 2023. Lantas mengapa Tour Krakatau dihapuskan di event ini?
Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan mengatakan agenda tour itu masih ada kemungkinan untuk digelar. Namun pelaksananya adalah pihak swasta dan tidak dibiayai oleh Pemprov Lampung.
“Harapan saya kalau memang Tour Krakatau ini animonya tinggi dan nilai ekonominya ada, tentunya ini bisa digelar dalam bentuk paket-paket wisata. Artinya nggak perlu harus dari pemerintah terus atau gratis,” kata Bobby usai Konferensi Pers di Bukit Randu, Selasa (4/7/2023).
Menurut Bobby, paket wisata untuk Tour Krakatau ini bisa disiapkan oleh pengusaha traveling sehingga turut memberikan keuntungan kepada pelaku usaha.
Namun ia juga mengingatkan untuk datang ke GAK saat ini harus berhat-hati karena masih sering terjadi erupsi.
“Dengan kondisi seperti sekarang kan nggak mudah datang ke Gunung Krakatau dan nggak bisa masuk. Oleh karenanya dari awal sudah saya tawarkan untuk kawan-kawan traveling. Jadi kita tetap membuka peluang ini,” ungkapnya.
Bobby menjelaskan, Festival Krakatau tahun ini harus menjadi milik semua masyarakat, jangan lagi dianggap sebagai acara milik pemda.
“Memang festival ini miliknya masyarakat dan kita harus kuatkan karakter Gunung Krakatau ini. Makanya kami juga menggelar lomba video terkait Krakatau sehingga kita tidak meninggalkan keindahan dan keajaiban dari Krakatau itu,” jelas dia.
Menurut Bobby, tujuan utama dari penyelenggaraan K-Fest 2023 adalah mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan ke Lampung. Sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM.
“Yang Namanya festival tujuan utamanya meningkatkan kunjungan dan mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan ke Lampung. Itu akan berdampak seperti adanya lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Booby.
Namun lantaran anggaran K-Fest tahun ini sangat terbatas, maka konsepnya adalah kolaborasi dan acaranya dipusatkan di PKOR Way Halim dengan empat agenda utama. Yaitu rekor MURI Engkak Ketan, lomba mewarnai dan pentas seni anak, Lampung Mask Culture Carnival dan Sparkling Night K-Fest 2023.
“Untuk anggaran dari APBD kita itu nggak sampai 500 juta. Tapi event ini kita upayakan untuk memajukan wisata Lampung dan target besarnya adalah mengurangi kemiskinan,” tandasnya. (*)
Red















