LampungCorner.com, PESAWARAN – Semangat moderasi beragama kembali menggema dari Bumi Andan Jejama. Syukur Salim, Penyuluh Agama Islam asal Dusun Taman Rejo, Desa Bernung, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, berhasil mencatatkan namanya sebagai nominator dalam ajang bergengsi Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2025 tingkat Provinsi Lampung.
Mengangkat tema besar “Penguatan Moderasi Beragama”, kompetisi ini digelar di Hotel Kyriad, Kota Bandar Lampung, pada 8-9 Mei 2025. Dari panggung provinsi ini, Syukur melangkah lebih jauh. Ia terpilih untuk mewakili Lampung di ajang PAI Award tingkat nasional.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dan bangga bisa menjadi salah satu yang terpilih mewakili Provinsi Lampung,” ujar Syukur Salim saat ditemui pada Jumat (23/5/2025).
Dalam ajang tingkat nasional nanti, Syukur akan mengusung tema yang lahir dari pengalaman nyata di tempatnya bertugas: “Sosial Kultur sebagai Kekuatan Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Kecamatan Negeri Katon.” Tema ini, katanya, terinspirasi dari keberagaman masyarakat di wilayah KUA Kecamatan Negeri Katon, tempat ia berdinas.
“Negeri Katon ini dihuni oleh masyarakat dari berbagai agama—Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha. Jika tidak dikelola dengan bijak, perbedaan ini bisa menjadi sumber konflik. Tapi dengan toleransi dan komunikasi yang baik, justru bisa menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan,” jelasnya.
Lebih dari itu, menurut Syukur, nilai-nilai sosial dan budaya yang tumbuh dalam masyarakat adalah aset berharga yang harus dijaga.
“Jika kerukunan terjalin, kekompakan terbina, dan tak ada perselisihan, maka cita-cita hidup damai, aman, dan tenteram bukanlah angan-angan,” tambahnya penuh keyakinan.
Menutup pernyataannya, Syukur mengajak semua pihak untuk terus mempererat tali silaturahmi, membangun ruang pertemuan antar-tokoh lintas agama, dan menggelar kegiatan sosial tanpa sekat kepercayaan.
“Saya berharap kerukunan umat beragama di Pesawaran tetap terjaga, dengan sinergi dan komitmen dari seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Furkon Ari










