LampungCorner.com, LAMPUNG – Indonesia bersiap menjadi raksasa pangan dunia. Dengan kekayaan alam yang melimpah dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, negeri ini punya bekal kuat untuk mengambil peran utama sebagai lumbung pangan global. Namun, mimpi besar itu butuh pondasi: generasi wirausaha pangan yang tangguh, inovatif, dan siap bersaing.
Sebagai langkah strategis menuju visi tersebut, Program Kolaborasi AYO BISNIS PANGAN resmi diluncurkan hari ini oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan di Politeknik Negeri Lampung. Inisiatif ini menjadi tonggak kolaborasi lintas sektor untuk mencetak pelaku usaha pangan masa depan yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.
“Bisnis pangan itu menguntungkan, sekarang dan di masa depan.”
Semboyan ini digaungkan dalam peluncuran program yang dihadiri lebih dari seribu peserta secara langsung dan daring. Semangat ini tak hanya jadi slogan, tapi menjadi panggilan bagi generasi muda untuk melihat sektor pangan sebagai lahan subur penuh peluang.
Menggerakkan Ekosistem Wirausaha Pangan Nasional
Program ini hadir bukan sekadar pelatihan biasa. Ayo Bisnis Pangan dirancang sebagai gerakan nasional yang melibatkan seluruh ekosistem kewirausahaan—mulai dari perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, hingga komunitas masyarakat. Tujuannya jelas: menumbuhkan wirausaha pangan baru yang berdaya saing tinggi dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Ada enam pilar utama dalam program ini:
1. Edukasi dan pelatihan
2. Inkubasi dan akselerasi bisnis
3. Pembiayaan dan investasi
4. Pameran, akses pasar dan branding
5. Keterlibatan komunitas
6. Komunikasi publik (talk show)
Salah satu tulang punggung program ini adalah www.SkolahPangan.com, sebuah platform pembelajaran digital yang menjadi pusat edukasi dan jejaring pelaku usaha pangan. Di sini, peserta bisa mengakses modul pelatihan, bootcamp, mentoring, hingga peluang kerja sama langsung dengan industri.
Didukung Puluhan Mitra, Ribuan Kesempatan Dibuka
Ketua Tim Koordinasi Ayo Bisnis Pangan, Dr. Handito Joewono, menjelaskan bahwa hingga saat ini, program ini telah menggandeng puluhan mitra aktif dari berbagai sektor: perguruan tinggi, sekolah, lembaga pelatihan, hingga pelaku usaha dan pemerintah. Beberapa di antaranya yaitu Politeknik Negeri Lampung, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Trunojoyo, Universitas Amikom Yogyakarta, hingga Sekolah Ekspor Nasional.
Tak tanggung-tanggung, 1000 beasiswa telah disiapkan bagi generasi muda dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan secara gratis di platform SkolahPangan.com. Dengan bekal ilmu dan dukungan yang tepat, mereka diharapkan menjadi pelaku utama dalam rantai pasok pangan yang berkelanjutan.
Dengan sinergi dan semangat gotong royong, Indonesia tengah menata langkahnya menuju masa depan sebagai pemain utama pangan dunia—bukan hanya sebagai penghasil, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. (*)
Editor: Furkon Ari















