Gubernur Lampung Sampaikan Atensi Khusus Perbaiki Jembatan Rusak

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memberikan atensi khusus terhadap Jembatan Gantung Tampang Muda yang sempat viral di sosial media, di Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus.

Jembatan ini dalam kondisi yang rusak dan membahayakan serta menyulitkan mobilitas warga, khususnya anak-anak sekolah.

Merespons kondisi darurat itu, Gubernur Mirza langsung menggerakkan kolaborasi lintas elemen. Ia menggandeng Tim Relawan Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Lampung, Pemkab Tanggamus, warga setempat, organisasi pencinta alam, mahasiswa, hingga pelajar untuk bersama-sama memperbaiki jembatan tersebut

“Akses pendidikan dan keselamatan anak-anak kita adalah hal yang tidak bisa ditawar. Jembatan ini bukan hanya soal penyambung dua tempat, tetapi penyambung masa depan mereka,” kata Gubernur Mirza dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).

“Saya mengapresiasi semangat semua relawan dan elemen masyarakat yang dengan cepat merespon call to action ini. Ini adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi kita. Saya minta perbaikan dilaksanakan dengan cepat dengan hasil terbaik,” sambungnya.

Baca Juga :  Pemkab Lampura, BGN dan Kejari Perkuat Tata Kelola MBG: Gandeng BUMDes Bangun Ekonomi Desa

Tim teknis dari Vertical Rescue Indonesia (VRI), yang memiliki program 1000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia, telah diterjunkan ke lokasi. Tim telah melakukan survey dan membangun kolaborasi serta sinergi di lapangan.

Sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Gubernur, mereka berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan jembatan gantung ini paling lambat akhir September 2025. Target tersebut ditetapkan agar para pelajar dapat kembali menggunakan jembatan dengan aman pada aktivitas sekolah mereka.

Yang membuat gerakan ini istimewa adalah pendekatan kolaboratifnya. Pemprov Lampung dan Pemkab Tanggamus berperan sebagai fasilitator dan koordinator, sementara tenaga dan semangat berasal dari para relawan terlatih VRI, organisasi pecinta alam, serta dukungan logistik dan tenaga dari mahasiswa, pelajar, dan warga setempat. Nilai inti dari seluruh gerakan ini adalah gotong royong dan kerjasama untuk membantu sesama.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat

Koordinator VRI Regional Lampung, Muhammad Kariskun menyampaikan bahwa hal ini adalah tugas kemanusiaan. Pihaknya siap memimpin usaha teknis di lapangan dengan standar keselamatan tertinggi.

“Dukungan dan donasi dari semua pihak, mulai dari level pemerintah hingga warga yang menyediakan tenaga dan bantuan lainnya, sangat menguatkan kami. Ini akan menjadi pemandangan yang membanggakan,” ujar

VRI adalah organisasi nirlaba yang beranggotakan relawan terlatih dan ahli dalam bidang rescue (penyelamatan) di ketinggian, seperti pada medan tebing, dan kondisi darurat lainnya. VRI sering terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) serta aksi-aksi kemanusiaan di seluruh Indonesia. VRI menjadi pelopor gerakan 1000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia. (*)

Berita Terkait

Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung
Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026
12 Kursi Eselon II Lampura Kosong, Persetujuan Selter JPTP Diajukan ke BKN
Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana
Hamartoni Bongkar Alasan di Balik Rotasi 16 Pejabat Eselon II Lampura, Selter Besok Mulai Dibuka
Hamartoni Rombak 16 Pejabat Eselon II Lampura, Sejumlah OPD Strategis Berganti Pimpinan
Dewan Pers Nyatakan Berita “Dugaan Kebocoran Anggaran” Diskominfo Tubaba Langgar KEJ
Misteri Kebakaran RSUD Ryacudu Kotabumi, Gudang Terbakar Ternyata Tak Dialiri Listrik
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:00 WIB

Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung

Jumat, 4 September 2026 - 19:48 WIB

Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026

Jumat, 4 September 2026 - 18:57 WIB

12 Kursi Eselon II Lampura Kosong, Persetujuan Selter JPTP Diajukan ke BKN

Jumat, 4 September 2026 - 09:03 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana

Kamis, 3 September 2026 - 20:03 WIB

Hamartoni Bongkar Alasan di Balik Rotasi 16 Pejabat Eselon II Lampura, Selter Besok Mulai Dibuka

Berita Terbaru