Dugaan Penyimpangan Kakon Teluk Brak, Dari Accu PLTS Hingga Proyek MCK

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, TANGGAMUS – Kepala Pekon (Kakon) Teluk Brak, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Suyono (45), kembali menjadi sorotan. Demi memenuhi kebutuhan hidup yang terus meningkat, ia diduga nekat menggelapkan aset desa berupa puluhan accu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang merupakan hibah dari Kementerian ESDM beberapa tahun lalu.

Accu PLTS yang memiliki nilai ekonomis tinggi itu diduga dijual setelah jaringan listrik PLN resmi masuk ke wilayah Pematang Sawa, sehingga PLTS tidak lagi difungsikan. Dengan memanfaatkan jabatan, Suyono diduga perlahan memindahkan dan menjual accu tersebut untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, Suyono sempat mengangkut accu dalam jumlah banyak dari lokasi PLTS di Pekon Teluk Brak menuju Pelabuhan Pekon Karang Brak. Namun, aksi tersebut sempat dihentikan karena adanya protes dari warga. Meski begitu, sumber menyebutkan bahwa penjualan accu tetap berlangsung secara bertahap dengan cara diangkut sedikit demi sedikit.

Dugaan penyimpangan tidak berhenti di situ. Suyono juga disebut sebagai aktor utama di balik mangkraknya pembangunan fasilitas MCK tahun 2021 senilai lebih dari Rp400 juta, yang bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi Lampung. Proyek yang seharusnya selesai dan dimanfaatkan masyarakat itu justru terbengkalai, hingga akhirnya warga bergotong royong menyelesaikan pembangunannya secara mandiri.

“Bantuan MCK dari provinsi itu tidak selesai dikerjakan. Anggarannya besar, mencapai Rp400 juta. Warga akhirnya membangunnya sendiri. Silakan cek langsung ke penerima bantuan,” ujar sumber tersebut.

Masyarakat Teluk Brak kini berharap aparat penegak hukum segera turun tangan. Mereka menilai perilaku kepala pekon sudah keterlaluan dan merugikan warga selama bertahun-tahun.

“Sudah cukup lama kami diam. Kami berharap aparat hukum memeriksa dan menindak perilaku kepala pekon kami. Warga sudah sangat menderita,” tegas sumber lainnya.

Mereka juga menilai tidak adanya kemajuan di Pekon Teluk Brak sebagai akibat dari tata kelola anggaran yang buruk. “Kalau aparat mau serius, kondisi pekon kami sangat jelas terlihat. Tidak ada pertumbuhan, padahal setiap tahun ada kucuran dana desa,” imbuhnya.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Pekon Teluk Brak, Suyono, tidak membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim tidak direspons meski status aplikasi menunjukkan aktif, dan panggilan yang dilakukan juga tidak dijawab. (*)

Berita Terkait

Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polres Tanggamus Bersama Bapanas RI Gelar Operasi Pasar
PWI Tanggamus dan Lapas Kotaagung Perkuat Sinergi untuk Publikasi Pembinaan Warga Binaan
50 Pengrajin dari 20 Kecamatan Ikuti Pelatihan Motif Belah Ketupat di Tanggamus
Polres Tanggamus Terapkan SKCK Full Online, Ini Caranya!
Badut Jalanan Kotaagung Resahkan Warga, Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur
Lapas Kotaagung Gencarkan Skrining TBC, Pastikan Warga Binaan Sehat dan Bebas Penyakit Menular
Bangga! Sevi Nurul Aini dari Tanggamus Raih Medali Dunia Kickboxing 2025
Panitia Konferensi PWI Tanggamus Audiensi dengan Kapolres, Pastikan Pemilihan Ketua Kondusif
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:24 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polres Tanggamus Bersama Bapanas RI Gelar Operasi Pasar

Minggu, 23 November 2025 - 17:57 WIB

Dugaan Penyimpangan Kakon Teluk Brak, Dari Accu PLTS Hingga Proyek MCK

Sabtu, 15 November 2025 - 07:30 WIB

PWI Tanggamus dan Lapas Kotaagung Perkuat Sinergi untuk Publikasi Pembinaan Warga Binaan

Jumat, 7 November 2025 - 14:25 WIB

50 Pengrajin dari 20 Kecamatan Ikuti Pelatihan Motif Belah Ketupat di Tanggamus

Senin, 3 November 2025 - 15:35 WIB

Polres Tanggamus Terapkan SKCK Full Online, Ini Caranya!

Berita Terbaru