Badut Jalanan Kotaagung Resahkan Warga, Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, TANGGAMUS – Kehadiran para badut pengamen di perempatan lampu merah Kotaagung dan sekitar Taman Kota Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, kini menjadi sorotan warga. Bukannya menghibur, aksi mereka justru dinilai meresahkan dan mengganggu pengguna jalan.

Setiap hari, puluhan badut tampak mondar-mandir di tengah lalu lintas padat, menghampiri pengendara mobil maupun motor untuk meminta uang. Tak sedikit dari mereka diketahui masih anak-anak.

Menurut informasi yang beredar, aktivitas para badut ini diduga dikoordinir oleh seseorang berinisial Ap, yang menyediakan dan menyewakan kostum badut kepada anak-anak untuk mengamen di jalanan. Praktik ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, karena melibatkan anak di bawah umur untuk bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi.

Ironisnya, Ap disebut pernah menandatangani pernyataan di instansi terkait untuk tidak lagi mempekerjakan anak-anak sebagai pengamen badut. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal itu kembali terulang. Masyarakat pun mendesak aparat dan dinas terkait agar bertindak tegas menegakkan aturan demi melindungi anak-anak dan menjaga ketertiban umum.

Seorang sopir angkutan barang, Andi (35), mengaku sering khawatir saat melintas di area lampu merah. “Terkadang mereka tiba-tiba berlari di tengah jalan. Saya takut tertabrak karena posisi mereka tidak terduga,” ujarnya.

Tak hanya pengguna jalan, para orang tua juga mengeluhkan tindakan Ap yang dianggap merusak masa depan anak-anak mereka. Salah satu warga, R (50), mengaku anaknya ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Anak saya masih sekolah, tapi tiba-tiba ikut ngamen badut. Entah siapa yang membujuk. Saya mohon aparat menindaklanjuti ini, karena sudah meresahkan,” tegasnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan, agar praktik eksploitasi anak di jalanan Kotaagung dapat dihentikan. (*)

 

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polres Tanggamus Bersama Bapanas RI Gelar Operasi Pasar
Dugaan Penyimpangan Kakon Teluk Brak, Dari Accu PLTS Hingga Proyek MCK
PWI Tanggamus dan Lapas Kotaagung Perkuat Sinergi untuk Publikasi Pembinaan Warga Binaan
50 Pengrajin dari 20 Kecamatan Ikuti Pelatihan Motif Belah Ketupat di Tanggamus
Polres Tanggamus Terapkan SKCK Full Online, Ini Caranya!
Lapas Kotaagung Gencarkan Skrining TBC, Pastikan Warga Binaan Sehat dan Bebas Penyakit Menular
Bangga! Sevi Nurul Aini dari Tanggamus Raih Medali Dunia Kickboxing 2025
Panitia Konferensi PWI Tanggamus Audiensi dengan Kapolres, Pastikan Pemilihan Ketua Kondusif
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:24 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polres Tanggamus Bersama Bapanas RI Gelar Operasi Pasar

Minggu, 23 November 2025 - 17:57 WIB

Dugaan Penyimpangan Kakon Teluk Brak, Dari Accu PLTS Hingga Proyek MCK

Sabtu, 15 November 2025 - 07:30 WIB

PWI Tanggamus dan Lapas Kotaagung Perkuat Sinergi untuk Publikasi Pembinaan Warga Binaan

Jumat, 7 November 2025 - 14:25 WIB

50 Pengrajin dari 20 Kecamatan Ikuti Pelatihan Motif Belah Ketupat di Tanggamus

Senin, 3 November 2025 - 15:35 WIB

Polres Tanggamus Terapkan SKCK Full Online, Ini Caranya!

Berita Terbaru