Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya memperkuat layanan kesehatan strategis di Provinsi Lampung, khususnya layanan forensik dan kesehatan mata.
Hal itu dikatakannya usai melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Jumat (2/1/2026) lalu.
Salah satu perhatian utama Gubernur Mirza adalah lambannya penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Kondisi tersebut dinilai bukan tanpa sebab, melainkan akibat keterbatasan jumlah dokter serta fasilitas forensik yang tersedia di Lampung.
Saat ini, Lampung hanya memiliki empat fasilitas forensik, masing-masing dua unit di Rumah Sakit Bhayangkara dan dua unit di RSUDAM.
Seluruh fasilitas tersebut melayani berbagai kasus, mulai dari kekerasan hingga kriminalisasi, sehingga beban layanan terbilang sangat tinggi dan antrean panjang sulit dihindari.
“Solusinya, RSUDAM akan menambah dan memperkuat layanan forensik. Tujuannya agar korban mendapatkan penanganan yang lebih cepat, tepat, dan berkeadilan,” ujar Mirza.
Selain penguatan layanan forensik, Gubernur Mirza juga menyampaikan rencana RSUDAM untuk menghadirkan layanan kesehatan mata berupa Laser-Assisted in Situ Keratomileusis (LASIK) pada 2026.
Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin lepas dari ketergantungan kacamata.
Direktur RSUDAM, Imam Ghozali, menyampaikan bahwa seluruh persiapan layanan LASIK saat ini hampir rampung. Ruangan telah disiapkan dan tenaga medis dinyatakan siap memberikan pelayanan.
“Untuk LASIK, ruangan sudah siap dan kemungkinan akan diresmikan pada Februari 2026. Tenaga medis juga sudah tersedia. Peminatnya sangat tinggi, mulai dari anak hingga dewasa, karena mata merupakan investasi terbesar sepanjang hidup,” kata Imam. (*)















