LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menjadi bukti kebesaran Allah SWT, tetapi juga mengandung pesan spiritual dan moral yang tetap relevan bagi umat Islam hingga hari ini.
Isra Mi’raj terjadi pada suatu malam atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW menjalani dua perjalanan istimewa yang melampaui batas nalar manusia.
Perjalanan pertama dikenal sebagai Isra, yakni saat Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini berlangsung dalam satu malam dengan pendampingan Malaikat Jibril, sebagai bukti kekuasaan Allah yang tak terbatas.
Selanjutnya adalah Mi’raj, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menembus lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menegaskan kedudukan Rasulullah SAW sebagai utusan Allah yang dimuliakan.
Dari peristiwa agung tersebut, terdapat sejumlah hikmah penting yang dapat dipetik oleh umat Islam:
Pertama, penetapan kewajiban salat lima waktu.
Isra Mi’raj menjadi momentum diturunkannya perintah salat sebagai tiang agama. Awalnya, salat diwajibkan sebanyak 50 kali sehari, namun atas permohonan Nabi Muhammad SAW, kewajiban tersebut diringankan menjadi lima waktu. Meski demikian, pahalanya tetap setara, sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat-Nya.
Kedua, bukti nyata kebesaran Allah SWT.
Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kekuasaan Allah melampaui keterbatasan logika manusia. Peristiwa ini menjadi ujian keimanan sekaligus penguat keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Ketiga, pelajaran tentang keteguhan dan kesabaran.
Perjalanan ini terjadi di tengah masa sulit yang dihadapi Rasulullah SAW, saat beliau mengalami tekanan dan penolakan dari kaum Quraisy.
Isra Mi’raj hadir sebagai penguat batin dan penyemangat untuk terus melanjutkan dakwah dengan penuh kesabaran.
Keempat, pesan persatuan dan teladan para nabi.
Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat berjamaah para nabi terdahulu. Peristiwa ini menegaskan bahwa seluruh nabi membawa misi yang sama, yakni mengesakan Allah SWT, sekaligus menjadi simbol persatuan umat dalam nilai ketauhidan.
Kelima, pengingat tentang hakikat kehidupan.
Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan akhirat adalah tujuan utama. Pesan ini menjadi dorongan bagi umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat.
Melalui peringatan Isra Mi’raj, umat Islam diajak untuk memperkuat iman, menjadikan salat sebagai fondasi kehidupan, serta meneladani akhlak dan keteguhan Nabi Muhammad SAW. Nilai-nilai spiritual dari peristiwa ini diharapkan dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari















