Lampungcorner.com – Provinsi Lampung dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan industri pangan berbasis singkong di Indonesia.
Untuk mendorong hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen memperkuat hilirisasi industri, termasuk menyiapkan pembangunan Balai Diklat Industri (BDI) guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap mendukung sektor tersebut.
Komitmen itu disampaikan Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, saat menghadiri kegiatan Penguatan Hilirisasi dan Daya Saing Industri Pangan dan Olahan Singkong di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Kamis (16/7/2026).
Menurut Faisol, Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang didukung infrastruktur memadai, mulai dari pelabuhan internasional, Jalan Tol Trans Sumatera, hingga kawasan industri yang terus berkembang.
“Seharusnya Lampung bisa menjadi penyangga industri pangan nasional. Klaster industri agro seharusnya menjadi milik Provinsi Lampung,” ujarnya.
Ia menegaskan, hilirisasi menjadi langkah penting agar Lampung tidak hanya berperan sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga mampu memproduksi olahan bernilai tambah tinggi yang berdaya saing global.
Faisol juga menyinggung keberhasilan China dalam membangun sektor industri melalui kebijakan hilirisasi yang konsisten.
“Kita tidak ingin meniru jatuh bangunnya, tetapi kita ingin meniru bagaimana cara cepat sukses China membangun hilirisasi dan industrialisasi,” katanya.
Secara nasional, sektor industri pengolahan saat ini menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp182 triliun atau 36,49 persen dari total investasi.
Sektor ini juga menyerap sekitar 20 juta tenaga kerja dan berkontribusi sebesar 82,01 persen terhadap ekspor nasional sepanjang Januari–April 2026.
Sementara itu, industri makanan dan minuman mencatat pertumbuhan 7,04 persen pada triwulan I 2026, tertinggi di antara seluruh subsektor industri pengolahan.
Khusus komoditas singkong, Faisol menyebutkan kinerja ekspor mengalami peningkatan signifikan. Ekspor singkong naik 73,14 persen, sementara impor turun 35,47 persen. Selain itu, ekspor pati singkong juga meningkat hingga 37,7 persen.
“Kami berharap pengembangan industri berbasis singkong terus meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.
Ia turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memiliki Peraturan Daerah tentang Tata Kelola dan Hilirisasi Singkong.
Menurutnya, regulasi tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan industri berbasis komoditas unggulan daerah.
“Kementerian Perindustrian akan menjadi bagian aktif dalam menyokong peningkatan kapasitas dan kualitas industri di Lampung,” ujarnya.
Usai kegiatan, Faisol mengungkapkan Kemenperin bersama Pemprov Lampung akan membangun Balai Diklat Industri yang salah satu fokusnya menyiapkan SDM industri agro berbasis singkong.
“Pokoknya kita bangun bersama-sama. Mudah-mudahan akhir tahun atau tahun depan sudah mulai,” katanya.
Menurutnya, BDI akan menjadi pusat pengembangan SDM untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri di Lampung, sekaligus mendukung sektor industri lainnya.
“BDI menyiapkan SDM untuk kebutuhan industri di Lampung, tetapi juga untuk sektor lain,” jelasnya.
Saat ditanya terkait kemungkinan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), Faisol belum dapat memastikan.
“PSN atau bukan PSN, yang penting bisa dibangun dengan cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kemenperin dan kementerian terkait untuk mempersiapkan pembangunan BDI.
“Kita masih proses koordinasi, mulai dari administrasi, pembebasan lahan hingga teknis lainnya,” kata Jihan.
Ia menambahkan, potensi tenaga kerja dan nilai investasi yang terserap masih dalam tahap kajian. Pemprov Lampung juga terus menjajaki investor dengan memperbaiki iklim investasi daerah.
“Kita sedang sosialisasikan kepada investor. Yang penting mereka serius berinvestasi di Lampung,” ujarnya.
Jihan menegaskan, dukungan pemerintah pusat menjadi sinyal kuat bahwa Lampung layak menjadi pusat pengembangan industri di Sumatera.
“Pak Wamen akan mengawal langsung tumbuhnya industri di Lampung,” pungkasnya. (*)
















