Peluang Besar Bioetanol, DPRD Minta Pemprov Lampung Siapkan Kawasan Industri Bioenergi

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri 
Foto: Rilis.id

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri Foto: Rilis.id

Lampungcorner.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dinilai perlu segera menyiapkan kawasan industri bioenergi guna menyambut pengembangan bioetanol berbahan baku singkong, jagung, dan sorgum.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat mewujudkan swasembada energi.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri, mengatakan Lampung memiliki peluang besar menjadi pusat bioetanol nasional.

Hal itu didukung posisi Lampung sebagai sentra produksi singkong terbesar di Indonesia.

“Ini langkah strategis. Tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tapi juga membuka pasar baru bagi komoditas pertanian rakyat,” kata Fauzi saat di hubungi melalui telepon, Senin (14/7/2026).

Menurutnya, selama ini petani singkong masih menghadapi fluktuasi harga akibat ketergantungan pada industri tapioka.

Baca Juga :  Kemenperin Dorong Hilirisasi Singkong di Lamtim, UMKM Disiapkan Tembus Pasar Ekspor

Kehadiran industri bioetanol diyakini dapat meningkatkan permintaan singkong, sehingga harga menjadi lebih stabil dan kompetitif.

“Kalau bioetanol berkembang sebagai industri nasional, permintaan singkong akan meningkat. Dampaknya langsung terasa ke kesejahteraan petani,” ujarnya.

Fauzi menegaskan, keberhasilan program bioetanol membutuhkan dukungan kebijakan yang jelas.

Mulai dari peta jalan pengembangan, kepastian investasi pembangunan pabrik, jaminan harga bahan baku, hingga penyediaan bibit unggul dan infrastruktur distribusi.

Selain itu, insentif serta kemudahan perizinan bagi pelaku industri juga dinilai penting untuk mempercepat realisasi program.

Ia juga mendorong Pemprov Lampung membangun kawasan industri bioenergi berbasis komoditas lokal seperti singkong, jagung, dan sorgum.

Kemitraan antara petani, koperasi, BUMD, dan pelaku industri harus diperkuat agar nilai tambah hilirisasi tetap dinikmati di daerah.

Baca Juga :  Perkuat Pencegahan Korupsi, Pemkab Tubaba Evaluasi Target Dokumen MCSP KPK

“Jangan sampai Lampung hanya jadi pemasok bahan baku. Nilai tambah dan lapangan kerja justru dinikmati daerah lain,” tegasnya.

Di sisi lain, Fauzi mengingatkan pengembangan bioetanol harus tetap sejalan dengan ketahanan pangan. Pemanfaatan komoditas untuk energi tidak boleh mengurangi ketersediaan pangan masyarakat.

Karena itu, peningkatan produktivitas melalui bibit unggul, optimalisasi lahan, serta pendampingan petani oleh penyuluh pertanian perlu diperkuat.

“Kita optimistis Lampung bisa jadi pusat bioetanol nasional. Dampaknya bukan hanya mendukung swasembada energi, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan membuka lapangan kerja baru. Negara harus hadir mendampingi petani,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Bertemu Wamenpora Taufik Hidayat, Bupati Tubaba Dorong Penguatan Fasilitas dan Pembinaan Atlet Muda
Temui Wamenhub, Bupati Tubaba Usulkan Enam Bus Sekolah hingga Halte Sungai
Perkuat Pencegahan Korupsi, Pemkab Tubaba Evaluasi Target Dokumen MCSP KPK
Pemkab Tubaba Luncurkan “Subsidi BAZNAS”, 60 UMKM Dapat Akses Modal Tanpa Agunan
Pemkab Tubaba Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu
12 Kursi Eselon II Lampura Kosong, Persetujuan Selter JPTP Diajukan ke BKN
Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana
Hamartoni Bongkar Alasan di Balik Rotasi 16 Pejabat Eselon II Lampura, Selter Besok Mulai Dibuka
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WIB

Bertemu Wamenpora Taufik Hidayat, Bupati Tubaba Dorong Penguatan Fasilitas dan Pembinaan Atlet Muda

Rabu, 9 September 2026 - 20:39 WIB

Temui Wamenhub, Bupati Tubaba Usulkan Enam Bus Sekolah hingga Halte Sungai

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WIB

Perkuat Pencegahan Korupsi, Pemkab Tubaba Evaluasi Target Dokumen MCSP KPK

Rabu, 9 September 2026 - 09:34 WIB

Pemkab Tubaba Luncurkan “Subsidi BAZNAS”, 60 UMKM Dapat Akses Modal Tanpa Agunan

Selasa, 8 September 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Tubaba Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Semangat di Usia Senja, 25 Lansia Tubaba Ikuti Wisuda

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:09 WIB