Irigasi Way Kawat Memprihatinkan, Bupati Ela Dorong Perbaikan untuk Selamatkan Sawah Petani

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur (Lamtim) dalam memperkuat sektor pertanian kembali ditegaskan. Bupati Lamtim, Ela Siti Nuryamah, turun langsung meninjau kondisi Daerah Irigasi (DI) Way Kawat di Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, Kamis (9/7/2026), untuk memastikan kesiapan rencana pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi yang menjadi penopang produktivitas pertanian masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Ela didampingi Kepala Bappeda Lamtim Verzanita Hasan, Plt Kepala Dinas PUPR Primadiartha Ramadheni, Camat Sukadana Hendra Septiaan, Kepala Desa Terbanggi Marga A. Fauzi, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Di lokasi, Ela menyampaikan bahwa Pemkab Lamtim telah menyusun perencanaan rehabilitasi saluran irigasi primer sepanjang sekitar lima kilometer yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Dari total panjang tersebut, sekitar 2,5 kilometer diprioritaskan untuk dikerjakan lebih dahulu.

“Hari ini kita turun langsung melihat kondisi di lapangan. Ternyata memang sangat memprihatinkan. Ini menjadi dasar bagi kami untuk menyampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemerintah pusat bahwa daerah irigasi milik kabupaten ini memang membutuhkan penanganan segera,” ujar Ela.

Baca Juga :  Petani Kakao dan Lada Pesawaran Dibina Badan Riset Prancis, Siap Tembus Pasar Ekspor

Menurutnya, keberadaan saluran irigasi yang layak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian. DI Way Kawat saat ini menjadi sumber pengairan bagi sekitar 114 hektare lahan persawahan di wilayah Mataram Marga dan Sukadana Pasar.

Ela mengingatkan, jika kerusakan saluran terus dibiarkan, petani berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air sehingga dapat berdampak pada menurunnya minat menanam padi. Sebaliknya, perbaikan irigasi akan menjamin ketersediaan air dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.

“Kalau saluran ini tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan petani akan beralih karena kebutuhan air tidak terpenuhi. Sebaliknya, jika saluran diperbaiki dan aliran air lancar, masyarakat akan tetap konsisten menanam padi sehingga ketahanan pangan daerah dapat terjaga,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan irigasi tersebut diupayakan dapat direalisasikan pada tahun 2026. Saat ini, Pemkab Lamtim telah mengajukan sekitar 12 daerah irigasi untuk mendapatkan penanganan melalui kolaborasi dengan BBWS.

“Kita ajukan tahun ini. Perencanaannya sudah selesai. Untuk saluran primer kita kolaborasikan dengan BBWS, sedangkan kabupaten akan menangani perencanaan saluran sekunder dan tersier,” katanya.

Baca Juga :  Sekdaprov Marindo Ikuti Peluncuran Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Mendikdasmen RI

Sementara itu, Kepala Desa Terbanggi Marga, A. Fauzi, mengapresiasi perhatian Pemkab Lamtim terhadap kondisi irigasi di wilayahnya. Ia berharap pembangunan dapat segera direalisasikan agar hasil pertanian masyarakat semakin meningkat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati yang langsung turun melihat usulan kami. Mudah-mudahan kalau saluran ini diperbaiki, air bisa mengalir lancar sehingga hasil pertanian masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.

A. Fauzi juga mengungkapkan bahwa saluran irigasi tersebut terakhir kali diperbaiki pada tahun 2004. Selama lebih dari dua dekade, bangunan irigasi mengalami kerusakan dan longsor di sejumlah titik sehingga membutuhkan rehabilitasi secara menyeluruh.

Peninjauan ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Lamtim dalam memperkuat infrastruktur pertanian sebagai salah satu langkah strategis mendukung ketahanan pangan daerah. Melalui jaringan irigasi yang lebih baik, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan para petani semakin terjamin. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Pisah Sambut Kepala Kemenhaj Lamtim, Sinergi Pelayanan Jemaah Jadi Prioritas
DPR Ungkap Biang Kelangkaan Solar: Kuota Minim hingga Praktik “Ngecor”
Bupati Hamartoni Dukung Penuh PWI-SIWO Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
Tanggapi Kritik Ombudsman, Pemkab Lampura Tegaskan Pengisian Jabatan Harus Sesuai Aturan
800 Ribu Hektare Disasar, Pupuk Hayati Cair Diyakini Dongkrak Produksi Tanaman Pangan di Lampung
IPR Naik, Lampung Didorong Perkuat Literasi dan Falsafah Piil Pesenggiri untuk Cegah Radikalisme
Inflasi 2,46 Persen, Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Komoditas
Tarif Tol Dikeluhkan, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:07 WIB

Irigasi Way Kawat Memprihatinkan, Bupati Ela Dorong Perbaikan untuk Selamatkan Sawah Petani

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:15 WIB

Pisah Sambut Kepala Kemenhaj Lamtim, Sinergi Pelayanan Jemaah Jadi Prioritas

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:17 WIB

DPR Ungkap Biang Kelangkaan Solar: Kuota Minim hingga Praktik “Ngecor”

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:21 WIB

Bupati Hamartoni Dukung Penuh PWI-SIWO Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:30 WIB

Tanggapi Kritik Ombudsman, Pemkab Lampura Tegaskan Pengisian Jabatan Harus Sesuai Aturan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan B50, Target Kurangi Impor BBM. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

NASIONAL

Prabowo Resmikan B50, Target Kurangi Impor BBM

Kamis, 9 Jul 2026 - 17:00 WIB