800 Ribu Hektare Disasar, Pupuk Hayati Cair Diyakini Dongkrak Produksi Tanaman Pangan di Lampung

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementan Dukung Pupuk Hayati Cair
Foto: Farida Nurazizah

Kementan Dukung Pupuk Hayati Cair Foto: Farida Nurazizah

Lampungcorner.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh penerapan program Pupuk Hayati Cair (PHC) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung.

Program ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, Eko Nugroho, menegaskan peran penyuluh pertanian sangat penting dalam mengawal implementasi program tersebut di lapangan.

“Program pupuk hayati cair ini sangat baik. Seluruh penyuluh harus ikut mengawal pelaksanaannya karena dapat mendorong peningkatan produksi tanaman pangan seperti padi, jagung, hingga singkong,” ujarnya usai menjadi narasumber Bimbingan Teknis (Bimtek) Pupuk Hayati Cair di Bandar Lampung, Selasa (7/7/2026).

Menurut Eko, pemerintah pusat terus mendorong peningkatan produksi pangan melalui berbagai program intensifikasi yang didukung bantuan sarana dan prasarana pertanian.

“Pemerintah telah menyiapkan bantuan benih unggul, pompanisasi, pembangunan irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga sarana prapanen dan pascapanen,” katanya.

Ia menambahkan, penyuluh pertanian kini memiliki kewenangan untuk mengusulkan calon penerima dan calon lokasi (CPCL) bantuan langsung ke pemerintah pusat.

Baca Juga :  Antrean Solar Mengular, DPRD Lampung Minta Pertamina Tambah Pasokan

“Semua usulan yang masuk, baik dari dinas maupun penyuluh, akan segera diproses di pusat. Anggaran untuk alsintan, pompanisasi, irigasi perpompaan, hingga prapanen dan pascapanen sudah tersedia dan segera disalurkan ke Lampung,” jelasnya.

Selain itu, Kementan juga menyiapkan langkah menghadapi musim kemarau, salah satunya melalui penerapan metode tanam PMAS.

“Saat ini rata-rata produksi padi sekitar 5,2 ton per hektare dan meningkat menjadi 5,6 ton. Dengan metode PMAS, produktivitas bisa mencapai sekitar 10 ton per hektare, bahkan berpotensi hingga 12 ton per hektare,” ujarnya.

Eko menyebut, program PHC di Lampung ditargetkan diterapkan di sekitar 2.000 desa atau titik yang mencakup kurang lebih 800 ribu hektare lahan pertanian.

“Jika produktivitas meningkat minimal 15 persen, kami optimistis pertumbuhan ekonomi daerah juga ikut terdorong,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan pengalaman penerapan pada 2025, penggunaan pupuk hayati cair mampu menekan penggunaan pupuk kimia secara signifikan.

Baca Juga :  Sekda Lampung: Belanja Wajib Jadi Prioritas Utama APBD 2026

“Dari hasil yang kami lihat, PHC dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia hingga sekitar 50 persen,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KTPH) Provinsi Lampung menyebut target penerapan PHC pada 2026 mencapai 1.300 desa.

“Sekitar 500 desa sudah melaksanakan program ini, sedangkan 800 desa lainnya segera direalisasikan. Kami berharap seluruh penyuluh dapat mendampingi dan mengawal pelaksanaannya,” katanya.

Perwakilan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Lampung, Hendro Gunawan, menambahkan penggunaan PHC penting untuk memperbaiki kesuburan tanah yang masih memiliki kandungan karbon organik rendah.

“Pupuk hayati cair dibuat dari bahan yang mudah diperoleh petani, seperti limbah kelapa, limbah kedelai, dan air cucian beras yang difermentasi sekitar tiga minggu. Selain meningkatkan hasil panen, penggunaannya juga memperbaiki kesehatan tanah dalam jangka panjang,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Gebyar Samsat 2026, Pemprov Tekankan Pajak untuk Masa Depan Pembangunan Daerah
DPRD Dalami Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta, Pramuka Klarifikasi Hibah Rp1 Miliar
Irigasi Way Kawat Memprihatinkan, Bupati Ela Dorong Perbaikan untuk Selamatkan Sawah Petani
Pisah Sambut Kepala Kemenhaj Lamtim, Sinergi Pelayanan Jemaah Jadi Prioritas
DPR Ungkap Biang Kelangkaan Solar: Kuota Minim hingga Praktik “Ngecor”
Bupati Hamartoni Dukung Penuh PWI-SIWO Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
Tanggapi Kritik Ombudsman, Pemkab Lampura Tegaskan Pengisian Jabatan Harus Sesuai Aturan
IPR Naik, Lampung Didorong Perkuat Literasi dan Falsafah Piil Pesenggiri untuk Cegah Radikalisme
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:10 WIB

Gebyar Samsat 2026, Pemprov Tekankan Pajak untuk Masa Depan Pembangunan Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:14 WIB

DPRD Dalami Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta, Pramuka Klarifikasi Hibah Rp1 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:07 WIB

Irigasi Way Kawat Memprihatinkan, Bupati Ela Dorong Perbaikan untuk Selamatkan Sawah Petani

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:15 WIB

Pisah Sambut Kepala Kemenhaj Lamtim, Sinergi Pelayanan Jemaah Jadi Prioritas

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:17 WIB

DPR Ungkap Biang Kelangkaan Solar: Kuota Minim hingga Praktik “Ngecor”

Berita Terbaru

Kebarakan, jl cengkeh 5, RT 06, Lingkungan II Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa Kota BandarLampung
Foto: Damkar

Pariwisata

Diduga Korsleting, Rumah di Rajabasa Ludes Terbakar

Minggu, 12 Jul 2026 - 11:45 WIB