Lampungcorner.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung terus tancap gas memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Provinsi Lampung.
Hingga Mei 2026, sebanyak 83 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah beroperasi dan tersebar di 51 titik strategis. Komitmen tersebut disampaikan PLN UID Lampung melalui akun Instagram resminya.
Penambahan infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan kendaraan listrik sekaligus mempermudah akses pengisian daya bagi masyarakat.
General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menegaskan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik harus diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai dan mudah dijangkau.
“PLN UID Lampung terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas. Saat ini telah tersedia 83 unit SPKLU di 51 lokasi strategis,” ujarnya.
Rizky merinci, dari total tersebut, sebanyak 39 unit EV Charger berada di 17 lokasi di jalur Tol Trans Sumatera. Sementara 44 unit lainnya tersebar di 34 titik non-tol, mulai dari pusat kota, kawasan perkantoran, pusat layanan publik hingga area komersial.
Beberapa lokasi SPKLU di antaranya berada di Mall Boemi Kedaton (MBK), Lampung City Mall (LCM), Transmart Lampung, Kantor PLN UID Lampung, Kantor PLN UP3 Tanjung Karang, Hotel Holiday Inn Lampung, Aston Lampung City Hotel, Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, El’s Coffee, serta Taman Santap Rumah Kayu di Bandar Lampung.
Tak hanya memperluas jaringan, PLN UID Lampung juga menghadirkan SPKLU Lounge di Kantor PLN UID Lampung.
Fasilitas ini dilengkapi ruang berpendingin udara, area duduk, televisi, serta sarana pendukung lainnya, sehingga pengguna kendaraan listrik dapat beristirahat atau tetap produktif selama pengisian daya.
“PLN akan terus menghadirkan infrastruktur yang andal, mudah diakses, serta memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pengguna kendaraan listrik di Lampung,” tambah Rizky.
Selain itu, sejumlah SPKLU telah dilengkapi teknologi fast charging hingga ultra fast charging untuk mempercepat proses pengisian daya. Langkah ini diharapkan mampu mendorong adopsi kendaraan listrik sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan di Provinsi Lampung. (*)
















