DPR Ungkap Biang Kelangkaan Solar: Kuota Minim hingga Praktik “Ngecor”

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Junaidi Auly, Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung II
Foto: Farida Nurazizah

Ahmad Junaidi Auly, Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung II Foto: Farida Nurazizah

Lampungcorner.com – Kelangkaan solar bersubsidi di Provinsi Lampung dinilai dipicu oleh keterbatasan kuota serta distribusi yang belum tepat sasaran.

Kondisi ini membuat pasokan kerap tersendat, bahkan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Junaidi Auly, mengatakan beban subsidi energi yang terus meningkat turut membatasi kuota yang bisa dialokasikan pemerintah. Akibatnya, kebutuhan di lapangan tidak sepenuhnya terpenuhi.

“Subsidi ini kan menjadi beban APBN. Ketika bebannya besar, kuota yang diberikan pasti terbatas. Kalau tidak mencukupi kebutuhan, kelangkaan pasti terjadi,” ujarnya usai kunjungan kerja Komisi XII DPR RI di PLN UID Lampung, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga :  Raperda APBD-P 2026 Mulai Dibahas, Pendapatan Tubaba Diproyeksi Rp773,8 Miliar

Menurutnya, PT Pertamina perlu mengatur penyaluran BBM bersubsidi secara lebih terukur, termasuk pembagian kuota setiap bulan. Langkah ini penting untuk mencegah kekosongan pasokan, terutama menjelang akhir tahun.

“Distribusi harus diatur agar stok tidak habis di tengah jalan. Jangan sampai masyarakat kesulitan karena kuota tidak dikelola dengan baik,” tegasnya.

Selain faktor kuota, Ahmad Junaidi juga menyoroti maraknya penyalahgunaan solar bersubsidi. Ia menyebut masih banyak oknum yang membeli BBM di SPBU bukan untuk kebutuhan pribadi, melainkan untuk dijual kembali atau praktik yang dikenal dengan istilah “ngecor”.

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Matangkan Verval KDKMP Tahap II, Tim Mulai Turun Lapangan 21 September

“Masih banyak yang antre hanya untuk membeli solar subsidi lalu dijual lagi. Ini jelas tidak tepat sasaran. Pengawasan harus diperketat,” tandasnya.

Ia pun mendorong Pertamina memperkuat pengawasan di lapangan agar penyaluran solar bersubsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. (*)

Berita Terkait

Sekda Lamtim Konfirmasi Isu Plt Kadis PUPR Jarang Masuk Kantor, Ini Hasilnya
Diduga Jarang Ngantor, Sekda Lamtim Bakal Panggil Plt Kadis PUPR
Target PAD Rp315 Miliar, Bapenda Lamtim Perkuat Digitalisasi dan Gandeng Pers
Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan
Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital
Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Sekda Lamtim Konfirmasi Isu Plt Kadis PUPR Jarang Masuk Kantor, Ini Hasilnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Diduga Jarang Ngantor, Sekda Lamtim Bakal Panggil Plt Kadis PUPR

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Target PAD Rp315 Miliar, Bapenda Lamtim Perkuat Digitalisasi dan Gandeng Pers

Rabu, 30 September 2026 - 19:01 WIB

Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital

Berita Terbaru