TWA Rawa Kandis Disiapkan Jadi Wisata Edukasi, Konservasi Tetap Jadi Prioritas

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, TUBABA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai mematangkan arah pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Rawa Kandis untuk periode 2026–2035. Kawasan konservasi seluas 1.373,67 hektare itu didorong tidak hanya menjadi ruang perlindungan ekosistem rawa dan keanekaragaman hayati, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Langkah tersebut dibahas melalui Konsultasi Publik Dokumen Blok Pengelolaan dan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Periode 2026–2035 TWA Rawa Kandis, yang digelar di Ruang Rapat Asisten II, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, jajaran kepala OPD terkait, tokoh masyarakat, serta Kepala Tiyuh Pagar Dewa dan Bujung Dewa.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Tubaba, Untung Budiono, menegaskan dukungan Pemkab Tubaba terhadap keberadaan kawasan konservasi tersebut. Menurutnya, konsultasi publik menjadi momentum penting untuk menyempurnakan dokumen pengelolaan melalui masukan dari berbagai pihak.

“Kami mendukung sepenuhnya keberadaan kawasan konservasi seluas 1.373,67 hektare ini dan pelaksanaan konsultasi publik pada hari ini. Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan masukan yang konstruktif agar rancangan pengelolaan TWA Rawa Kandis dapat menjadi dokumen terbaik, sekaligus selaras dengan prioritas program nasional dan prioritas pembangunan Kabupaten Tubaba,” ujar Untung.

Ia berharap pengelolaan TWA Rawa Kandis ke depan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Potensi pariwisata, kata dia, perlu dikembangkan dengan tetap menempatkan fungsi konservasi sebagai pijakan utama.

Baca Juga :  11 Raperda Dibahas, Pemkab Tubaba Tekankan Regulasi yang Berpihak pada Masyarakat

“Keberadaan lahan konservasi ini menjadi keberkahan bagi Tubaba. Kami berharap ke depan tercipta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, sehingga kawasan TWA Rawa Kandis dapat mendukung pengembangan pariwisata sebagai lokomotif perekonomian daerah dan masyarakat, tanpa mengganggu fungsi konservasinya,” katanya.

Dalam konsultasi publik tersebut, Ari Rakatama, selaku Tim Kerja Penyusunan Dokumen Rancangan Blok Pengelolaan dan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Periode 2026–2035 TWA Rawa Kandis, memaparkan arah pengelolaan kawasan yang mengedepankan keseimbangan antara konservasi, wisata, edukasi, dan kolaborasi.

“Secara logika pengelolaan, kami pertama akan melakukan pemulihan rawa dan menjaga konsistensinya untuk melindungi satwa yang ada di dalamnya. Kemudian membangun pengalaman melalui wisata, edukasi, dan konservasi, dan pada akhirnya memperkuat tata kelola serta kolaborasi bersama semua pihak,” ujar Ari.

Ia menjelaskan, pengelolaan TWA Rawa Kandis diarahkan untuk mempertahankan fungsi ekosistem rawa sekaligus menjaga populasi burung air prioritas, seperti Bangau Bluwok dan Bangau Tongtong.

Selain aspek konservasi, pengelolaan kawasan juga diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisata berbasis edukasi dan konservasi.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rencana tersebut. Aktivitas masyarakat di kawasan akan diakomodasi melalui peluang kemitraan konservasi, dengan tetap memastikan perlindungan ekosistem menjadi prioritas.

Baca Juga :  Estafet Kepemimpinan Bergulir, Deswanto Resmi Jabat Plt Camat Pagar Dewa

“Aktivitas masyarakat perlu diakomodasi dan dihormati melalui peluang kemitraan konservasi. Masyarakat tetap dapat beraktivitas dan bermitra, namun perlindungan serta konservasi ekosistem kawasan tetap diprioritaskan agar tidak merusak alam,” jelasnya.

Adapun visi pengelolaan TWA Rawa Kandis adalah mewujudkan kawasan tersebut sebagai tujuan wisata edukasi berbasis ekosistem rawa yang mendukung pelestarian burung Bangau Bluwok dan Bangau Tongtong di Provinsi Lampung.

Untuk mewujudkan visi tersebut, misi pengelolaan mencakup perlindungan, pemeliharaan dan pemulihan ekosistem rawa; pelestarian keanekaragaman hayati, khususnya burung air prioritas; pengembangan wisata alam berbasis edukasi dan konservasi; serta penguatan tata kelola dan kolaborasi bersama masyarakat, Pemkab Tubaba, mitra kerja, dan pihak swasta.

Konsultasi publik ini menjadi langkah penting untuk menyatukan berbagai kepentingan dalam pengelolaan TWA Rawa Kandis. Konservasi ekosistem rawa, perlindungan keanekaragaman hayati, pengembangan wisata edukasi, hingga keterlibatan masyarakat diarahkan berjalan beriringan melalui kolaborasi seluruh pihak.

Dengan konsep tersebut, TWA Rawa Kandis diharapkan mampu menjadi kawasan konservasi yang tetap menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan manfaat bagi pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat Tubaba. (*)

Berita Terkait

Sekda Lamtim Konfirmasi Isu Plt Kadis PUPR Jarang Masuk Kantor, Ini Hasilnya
Diduga Jarang Ngantor, Sekda Lamtim Bakal Panggil Plt Kadis PUPR
Target PAD Rp315 Miliar, Bapenda Lamtim Perkuat Digitalisasi dan Gandeng Pers
Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan
Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital
Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Sekda Lamtim Konfirmasi Isu Plt Kadis PUPR Jarang Masuk Kantor, Ini Hasilnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Diduga Jarang Ngantor, Sekda Lamtim Bakal Panggil Plt Kadis PUPR

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Target PAD Rp315 Miliar, Bapenda Lamtim Perkuat Digitalisasi dan Gandeng Pers

Rabu, 30 September 2026 - 19:01 WIB

Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital

Berita Terbaru

Tumpukan sampah telah menggunung di TPA Bakung. Foto diambil Kamis (15/10/2026).

BANDAR LAMPUNG

TPA Bakung Tak Kunjung Beres, WALHI Desak KLH Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:43 WIB

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras saat melakukan kunjungan kerja ke Afdeling Plalangan, Kebun Kopi Ijen, pada 14–15 Oktober 2026.

BISNIS

PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor

Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:13 WIB