Prabowo di Penutupan Muktamar NU: Pemerintah Butuh Stabilitas, Ketenangan

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya stabilitas dan ketenangan dalam menjalankan pemerintahan.

Menurutnya, kondisi tersebut dibutuhkan agar pemerintah dapat menjalankan tugas mengurus negara dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 300 juta jiwa.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Senin (31/8/2026).

Prabowo mengatakan, Indonesia telah memilih demokrasi sebagai sistem politik. Konsekuensinya, pemerintahan membutuhkan kerja sama dan koalisi dengan sejumlah partai politik.

“Karena demokrasi saya harus berkoalisi. Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta orang. Negara keempat terbesar di dunia,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Dirut BPJS Kesehatan Janji Benahi Layanan, Geser Pola Volume-Based ke Value-Based

Menurut Prabowo, Indonesia merupakan negara dengan skala yang sangat besar. Karena itu, pemerintahan tidak mungkin hanya mengandalkan satu partai politik untuk menjalankan roda pemerintahan.

“Negara kita besar. Kita satu negara, kita besar sekali. Karena demokrasi saya harus berkoalisi,” ujarnya.

Prabowo kemudian menekankan bahwa pemerintahan membutuhkan stabilitas dan ketenangan. Dia menyinggung kondisi politik di sejumlah negara yang mengalami pergantian pemimpin pemerintahan dalam waktu relatif singkat.

“Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menjelaskan mengenai koalisi besar yang menopang pemerintahannya. Dia menyebut pemerintah saat ini didukung tujuh dari delapan partai yang memiliki kursi di parlemen.

Baca Juga :  Indonesia Rebut Emas Pertama di Asian Games 2026 Usai Comeback Lawan China, Prabowo Beri Ucapan Selamat

“Kita ini sekarang delapan partai, sudah luar biasa efisiennya. Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai,” katanya.

Prabowo juga menanggapi kritik terhadap komposisi kabinet pemerintahannya yang sempat disebut sebagai “kabinet gemuk” dan tidak efisien.

Dia membandingkan kondisi tersebut dengan Timor Leste yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1,1 juta jiwa, tetapi memiliki 28 anggota kabinet.

“Mereka hanya 1,1 juta. Kabinetnya 28,” ujar Prabowo. (*)

Berita Terkait

Momen KPK Buka Tong Biru Berisi Rp934 Juta dari Rumah Adik Bupati, Buntut OTT Bupati Klaten
KPK Bongkar Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
OTT BNPB, KPK Amankan Rp5,47 Miliar: Uang Tunai, Emas dan Kripto
Prabowo Minta Kepala BNPB Kristomei Gas Terus, Karhutla Jadi Target Awal
Kristomei Sianturi Serahkan Kasus OTT BNPB ke Penegak Hukum
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB
KPK Tetapkan Lima Tersangka dalam OTT Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di BNPB
Kuota Solar Lampung Diprediksi Habis 24 November, Pertalite 18 Desember jika Tak Ditambah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Momen KPK Buka Tong Biru Berisi Rp934 Juta dari Rumah Adik Bupati, Buntut OTT Bupati Klaten

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:17 WIB

KPK Bongkar Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Prabowo Minta Kepala BNPB Kristomei Gas Terus, Karhutla Jadi Target Awal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Kristomei Sianturi Serahkan Kasus OTT BNPB ke Penegak Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Berita Terbaru

Tumpukan sampah telah menggunung di TPA Bakung. Foto diambil Kamis (15/10/2026).

BANDAR LAMPUNG

TPA Bakung Tak Kunjung Beres, WALHI Desak KLH Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:43 WIB

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras saat melakukan kunjungan kerja ke Afdeling Plalangan, Kebun Kopi Ijen, pada 14–15 Oktober 2026.

BISNIS

PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor

Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:13 WIB