BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) pada Minggu (6/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Operasi penyemaian awan tersebut menyasar tiga wilayah yang terdampak, yakni DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, OMC dilakukan untuk membantu menciptakan kondisi yang lebih kondusif, terutama di wilayah DKI Jakarta yang mulai terdampak sebaran abu vulkanik.

“Untuk supaya kondisinya lebih kondusif, terutama di DKI Jakarta, tentu saja rekan-rekan media juga merasa ya saat ini sudah banyak abu vulkanik di sekitar permukiman kita. Hari ini juga kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” kata Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu.

Baca Juga :  Serius Berantas Korupsi, Prabowo: Dadan Tim Sukses Saya, Saya Serahkan ke Kejaksaan

BNPB, lanjut dia, telah menyiapkan satu unit pesawat yang ditempatkan di Bandara Pondok Cabe untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca hingga Minggu malam.

“Jadi pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe,” ujarnya.

Suharyanto menjelaskan, BNPB menyiapkan dua skenario teknis dalam pelaksanaan OMC.

Skenario utama dilakukan dengan memicu turunnya hujan deras untuk membantu membilas endapan abu vulkanik yang berada di wilayah permukiman.

“Kalau nanti hujannya turun dengan cukup deras, tentu saja abu vulkanik yang dari mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita ini bisa segera luruh,” terangnya.

Baca Juga :  Usai Sidak Ombudsman, Isi Rumah Dinas Berubah, Eks Kalapas Cibinong Dicecar DPR

Namun, apabila potensi pertumbuhan awan hujan tidak mencukupi, BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan mengalihkan strategi menggunakan teknik penyemprotan air atau water mist.

Teknik tersebut ditujukan untuk membantu mengikat dan menjatuhkan partikel abu vulkanik berukuran halus yang masih berada di udara.

Suharyanto berharap operasi modifikasi cuaca yang dilakukan secara intensif hingga malam hari dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi lingkungan di wilayah terdampak.

“Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini sampai nanti malam ini bisa membantu untuk mencapai atau mewujudkan kondisi daerah, kondisi cuaca yang lebih baik lagi,” ucapnya. (*)

Berita Terkait

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026
Prabowo Janji Dana Daerah Bakal Lebih Besar, Bupati dan Gubernur Tak Perlu Khawatir
Prabowo Siapkan Rp 400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga, Petani hingga Nelayan Jadi Sasaran
Prabowo Respons Downgrade MSCI, Tegaskan Indonesia Tak Gentar
Prabowo Akan Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran sebagai Terorisme Lingkungan
Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih, Sebut Hasil Kerja Menteri Membanggakan
Menkomdigi Tegaskan Tak Batasi Informasi Karhutla di Medsos
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Prabowo Janji Dana Daerah Bakal Lebih Besar, Bupati dan Gubernur Tak Perlu Khawatir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Prabowo Siapkan Rp 400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga, Petani hingga Nelayan Jadi Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Prabowo Respons Downgrade MSCI, Tegaskan Indonesia Tak Gentar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Prabowo Akan Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran sebagai Terorisme Lingkungan

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:28 WIB