LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Setelah meraih penghargaan atas Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (TLHP) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Lampung kembali mengukir prestasi membanggakan.
Lampung berhasil masuk 10 besar dalam lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) skala desa tingkat nasional. Hal itu berdasarkan surat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tertanggal 31 Agustus 2021.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Lampung Zaidirina mengungkapkan lomba TTG dimaksudkan untuk menggali potensi dan kreativitas masyarakat. Juga mengembangkan dan menjaring teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah berkat arahan-arahan selama ini dari Bapak Gubernur, desa-desa di Lampung terus berbenah. Begitu juga pemerintah kabupaten/kota yang terus berupaya mendorong percepatan dalam mewujudkan kemandirian masyarakat,” kata Zaidirina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/9/2021).
Adapun, Lampung masuk 10 besar dalam semua kategori yang diperlombakan pada tahun ini. Berikut daftarnya:
1. Kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna
Sistem Pengolah Diversifikasi Produk Berbasis Maggot, Inovator Santoso dari Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur.
2. Kategori Teknologi Unggulan
Mesin Pengolah Serba Guna, Inovator Nurhadi dari Desa Batanghari, Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulangbawang.
3. Kategori Pos Pelayanan TTG Desa Berprestasi
Posyantekdes Giri Mulyo Lestari dari Desa Giri Mulyo, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur.
Lomba TTG tahun ini mengangkat tema “Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam melalui Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna yang Ramah Lingkungan Menuju Desa Berdaya Saing”. Perlombaan dilakukan secara daring dan digelar secara nasional.
Lomba tersebut dilaksanakan untuk memberikan apresiasi kepada para pelaku, pencipta TTG, penggerak atau pelestari lingkungan.
Kemudian memasyarakatkan dan mempercepat alih teknologi atau metode kepada masyarakat untuk menumbuhkembangkan budaya berwirausaha dan kepedulian lingkungan.
Selain itu juga menambah pengetahuan dan wawasan bagi pemerintah, para pelaku TTG sendiri maupun masyarakat tentang perkembangan teknologi serta manfaatnya dalam rangka peningkatan mutu dan kuantitas produksi guna menggerakan ekonomi masyarakat.
Terakhir, meningkatkan motivasi pengurus posyantek desa untuk meningkatkan kualitas dalam upaya memasyarakatkan TTG yang ada di desanya masing-masing.
Adapun, pemenang lomba TTG, lomba kelembagaan posyantek desa berprestasi dan lomba teknologi unggulan tingkat nasional serta SDGs desa akan diumumkan pada saat pembukaan TTG XXII pada tanggal 20 September 2021 mendatang. (*)
Red















