LAMPUNGCORNER.COM, Tulangbawang — Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD), Kamis (18/11/2021).
Acara dilaksanakan pukul 09.30-12.05 WIB di ruang pertemuan Hotel Le’Man Unit 2 Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Banjaragung, Tulangbawang (Tuba).
Ada tiga isu yang menjadi bahasan. Yakni terorisme, narkoba, dan Covid-19.
Wakil Direktur (Wadir) Binmas Polda Lampung, AKBP A Rahman Napitupulu, hadir mewakili Direktur Binmas Kombes Pol Anang Triarsono.
Ia menjelaskan isu yang sedang hangat saat ini yaitu penangkapan beberapa terduga teroris oleh Densus 88.
Mereka yang ditangkap terindikasi anti Pancasila dan menyebarkan isu serta paham radikal yang ingin mendirikan negara khilafah.
Untuk itu, semua masyarakat harus ambil bagian guna mencegah agar tidak terpapar paham radikal yang mengarah negara khilafah.
“NKRI dan Pancasila itu sudah finis bukan final. Karena kalau final masih ada pertandingan selanjutnya,” papar Wadir Binmas.
Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Provinsi Lampung Sulaiman Bardan menjelaskan, beberapa waktu lalu ada anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) ditangkap oleh Densus 88.
Namun ia menjelaskan bahwa yang terlibat itu adalah individu, bukan mengatasnamakan MUI.
“Dengan moderasi beragama yang dilakukan dengan cinta kasih diharapkan bisa menyadarkan warga yang sudah terpapar untuk bergabung dengan NKRI. Bukan dimusuhi,” ucap Sulaiman.
Sementara Kabag Bin Opsnal Ditresnarkoba AKBP Budi Sastra mengungkapkan Indonesia sudah darurat narkoba.
“Hasil penelitian menyebutkan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Lampung saat ini menjadi peringkat ke-3 di Sumatera dan peringkat ke-8 di Indonesia,” ucap Budi.
Di Indonesia ada 40 orang meninggal setiap hari karena dampak dari Narkoba.
“Penyebab narkoba sulit diberantas karena adany permintaan serta 75 persen jaringan narkoba dikendalikan dari lapas oleh para bandar,” paparnya.
Menurut dia, bisnis narkoba itu sangat menggiurkan karena harga 1 kg bisa mencapai Rp1 miliar dan upah kurir yang membawanya Rp25 juta lebih.
Sedangkan, Kabid Pelayanan Kesehatan Tuba, I Nyoman Jana, sebagai narasumber mengatakan, saat ini masyarakat di Tulangbawang yang terpapar Covid-19 sudah 0 (nol).
Ia juga menyebutkan bahwa vaksinasi tahap I di Tulangbawang saat ini sudah mencapai 70 persen dari jumlah warga yang wajib vaksin. (*)
Red









