LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Provinsi Lampung menempati peringkat pertama dengan tingkat kematian Covid-19 mencapai 7,2 persen atau tertinggi di Indonesia.
Angka kematian tersebut dirilis Kementerian Kesehatan per Sabtu (21/8/2021). Jawa Timur menempati peringkat kedua dengan 7,1 persen.
Diikuti Jawa Tengah dengan tingkat kematian 5,9 persen, Sumatera Selatan 4,8 persen, dan Aceh 4,3 persen.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung Reihana mengatakan angka kematian tinggi disebabkan kasus Covid-19 kecil.
Reihana menyebut angka kematian tinggi sehingga menyebabkan tingkat kematian kasus (Case Fatality Rate) menjadi tinggi pula.
“Kita kalau dalam angka secara kumulatif jauh lebih dari Jawa dan Bali, hanya karena angka kasus kecil masuk rumus, jadi lebih besar,” kilahnya saat ditemui usai rapat paripurna APBDP 2021 di Gedung DPRD Lampung, Senin (23/8/2021).
Reihana menambahkan agar testing dan tracing diperluas untuk menekan angka kematian di Lampung.
“Kita harus perluas testing dan tracingnya,” ujarnya.
“Kalau secara kumulaitif angka kita jauh dari Jawa dan Bali, karena kasus kita kecil dan kematian,” pungkas Reihana.
Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo mengaku prihatin dengan data yang dikeluarkan Kemenkes terkait angka kematian di Lampung mencapai 7,2 persen.
Pihaknya meminta Diskes Lampung untuk memperluas testing dan tracing serta rapid antigen.
“Komisi V sudah meminta Diskes untuk perluas testing, tracing dan rapid antigen. Karena ini adalah satu-satunya cara dengan melakukan testing, tracing yang banyak,” ujarnya. (*)
Red









