Apdesi Lampung Minta Politik Uang Dilegalkan

- Jurnalis

Kamis, 8 September 2022 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD Apdesi Provinsi Lampung Suhardi Buyung ditemui usai ikuti kegiatan Bawaslu Lampung di hotel Horison, Kamis (8/9/2022) foto: Sulaiman

Ketua DPD Apdesi Provinsi Lampung Suhardi Buyung ditemui usai ikuti kegiatan Bawaslu Lampung di hotel Horison, Kamis (8/9/2022) foto: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Lampung meminta money politik atau politik uang dalam pemilu dilegalkan saja.

Hal itu diungkapkan Ketua DPD Apdesi Provinsi Lampung Suhardi Buyung saat mengikuti penandatangan MOU Bawaslu Bandarlampung dengan stakcholder di Provinsi Lampung, di Hotel Horison, Kamis (8/9/2022).

Menurut Buyung, money politik ini sulit untuk diberantas baik dilaksanakan oleh lembaga manapun.

Ia mengatakan, jika ingin memberantas politik uang, harus dilakukan dari bagian atas seperti Parpol dan juga kandidat, jangan langsung dari bawah.

“Sebenarnya aturannya sudah benar, tapi sampe di bawah rusak aturan tersebut, dan sebenarnya masyarakat itu takut, tapi karena dari kandidatnya itu sendiri, jadi berani,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bekali Kalapas dan Karutan Hadapi Media Secara Profesional, Kakanwil Ditjenpas Lampung Gandeng PWI

Ia juga mengungkapkan, saat ini semua pemilihan terjadi politik uang, mulai dari pemilihan RT bahkan sampe ke kepala desa. Sehingga sangat sulit dicegah, karena sudah mendarah daging.

“Jadi sudah dilegalkan saja, masyarakat juga senang dapat duit, pemerintah juga bisa dapat duit,” katanya.

Sekarang ini, lanjut Buyung. Masyarakat mau datang ke TPS kalau ada duitnya, dan itu sudah budaya.

Bagaimana cara menghentikannya hal tersebut, semua kandidat yang main money politik ditangkap.

“Dan bohong kalau susah nangkapnya, jadi APDESI minta dilegalkan Money politik saja,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi Unila dan juga pengamat politik Robi Cahyadi mengungkapkan, apabila bicara konsep demokrasi dan keadilan, politik uang itu tidak adil.

Baca Juga :  Pansus DPRD Dalami Kelebihan Bayar Proyek PU Rp160 Juta

Dulu, awal-awal reformasi, yang muncul sebagai anggota dewan itu dari kalangan bawah, kalangan yang tidak memiliki finansial yang kuat.

“Jadi kalau ini dilegalkan, maka yang jadi anggota dewan maupun kepala daerah, itu orang-orang kaya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, bagi seseorang yang ingin mencalonkan diri itu minimal punya 4 modal, yang pertama modal politik, modal sosial, modal jejaring, dan poin paling penting finansial.

“Jadi jangan sampai generasi rusak, dengan nilai segala sesuatu selesai dengan uang. Jadi harus ada nilai sosial, kemanusiaan dan lian-lain,” tandasnya. (*)

 

Red

Berita Terkait

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir
Bidik 10 Ribu Peserta Kick Off, Tim Humas HPN-Porwanas Perkuat Strategi Medsos
149 Kebakaran di Bandar Lampung, Kerugian Tembus Rp1,75 Miliar
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:34 WIB

Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:10 WIB

HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:04 WIB

DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir

Berita Terbaru