LAMPUNGCORNER, Lampura- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Pemkab Lampura) yang dipimpin langsung oleh Bupati Budi Utomo bersama istrinya Hj Endah Sulastri yang juga ketua TP PKK lakukan safari Ramadhan di Masjid Nurul Iman, Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan pada Senin, 18 Maret 2024.
Dalam Safari Ramadhan turut dihadiri unsur Forkopimda dan jajaran Pemkab setempat itu nampak berlangsung khidmat juga diselimuti haru.
Pasalnya, sepekan mendatang tepat pada Senin, 25 Maret, habis sudah masa pengabdian Budi Utomo sebagai Bupati Lampura Utara (Lampura).
Mengulas balik kebelakang, Budi seperti diketahui menduduki kursi BE 1 J lantaran menggantikan Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) yang tersandung Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2019 silam.
Saat peristiwa kelam itu, Budi masih menjabat Wakil Bupati, namun lantaran duetnya terjaring ‘OTT KPK’ sehingga membuat dirinya naik setingkat menjadi Bupati yang dilantik oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, pada November 2020.
Setelah 4 tahun lika-liku masa kepemimpinannya, kini hitungan hari lagi Budi bakal meninggalkan gelarnya sebagai orang nomor 1 di Kabupaten berjuluk Ragem Tunas Lampung itu.
Sebelum waktu habis jabatan tiba, Budi Utomo menyempatkan pamit undur diri kepada masyarakat jika dirinya akan purna tugas sebagai Bupati.
Selain berpamitan, Bupati juga menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat atas kekurangan atau kesalahannya selama pengabdiannya.
“Permohonan maaf kepada seluruh elemen masyarakat Lampung Utara, apabila ada kekhilafan, kealpaan, dan kesalahan yang mungkin pernah dilakukan mengingat pada tanggal 25 Maret 2024 masa jabatan serta tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Lampung Utara akan segera berakhir,” kata Budi.
Meski begitu, Budi berharap silaturahmi akan tetap terjalin meski dirinya nanti tidak lagi menjabat sebagai Bupati Lampura.
“Mudah-mudahan jalinan silahturahmi dan ikatan persaudaraan ini dapat terus kita pertahankan, sehingga dapat memperkokoh semangat persatuan untuk mendukung keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Lampung Utara.” tandasnya.
Kegiatan rohani itupun semakin khidmat ketika ustadz Abdul Rahim menyampaikan tausiyah dari hadist riwayat Abu Daud dan Tarmidzi.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Rahim menyampaikan selain beribadah Sholat, puasa dan sedekah adalah mendamaikan perselisihan, karena rusaknya perdamaian diantara umat muslim adalah pencukur atau perusak agama.
“Artinya kita tidak boleh mudah terhasut, terprovokasi, dan terpedaya oleh berita hoax (bohong), apalagi turut menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, menebar permusuhan, serta turut memicu keresahan dan kerusuhan,” tandas Ustadz.(*)
















