Dari Kesadaran hingga Solidaritas, Kontribusi Masyarakat Cegah Epidemi

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dokter. Foto tangkapan layar situs freepik.com

Ilustrasi dokter. Foto tangkapan layar situs freepik.com

LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Pandemi COVID-19 meninggalkan pelajaran berharga bagi dunia. Krisis kesehatan global tersebut membuka mata banyak pihak tentang betapa rentannya kehidupan manusia terhadap wabah penyakit menular. Dampaknya pun meluas, tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga mengguncang perekonomian, pendidikan, hingga tatanan sosial masyarakat.

Dari pengalaman pahit itu, muncul kesadaran bersama bahwa kesiapsiagaan menghadapi epidemi tidak dapat dibebankan semata kepada pemerintah atau lembaga kesehatan. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun pertahanan bersama menghadapi potensi wabah di masa depan.

Dikutip dari laman resmi who.int, sejak 27 Desember 2020 dunia memperingati Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pencegahan, kesiapan, serta kerja sama lintas sektor dalam menghadapi ancaman epidemi yang bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Kesiapan, karenanya, harus dibangun sejak dini.

Baca Juga :  Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat

Dalam konteks pencegahan, masyarakat memegang peran kunci. Langkah paling mendasar dimulai dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan secara rutin, serta menerapkan etika batuk dan bersin dalam kehidupan sehari-hari.

Tak kalah penting, masyarakat juga dituntut lebih cermat dalam menyerap informasi kesehatan. Di tengah derasnya arus digital, hoaks dan informasi keliru kerap beredar luas dan berpotensi memperburuk situasi saat terjadi wabah. Sikap kritis dan kebiasaan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan bersama.

Peran masyarakat selanjutnya tercermin dalam kepatuhan terhadap kebijakan dan imbauan kesehatan yang ditetapkan pemerintah serta otoritas terkait. Dukungan publik terhadap langkah-langkah pencegahan, seperti vaksinasi, pembatasan aktivitas tertentu, maupun penerapan protokol kesehatan, sangat menentukan keberhasilan pengendalian epidemi.

Di tingkat komunitas, kekuatan solidaritas sosial menjadi fondasi utama. Kepedulian terhadap kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, serta mereka yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan, perlu terus ditumbuhkan. Semangat gotong royong melalui edukasi, dukungan moral, hingga bantuan nyata akan memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi krisis kesehatan.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Hibahkan Land Cruiser Rp2,7 Miliar, Ini Alasannya

Hari Kesiapsiagaan Epidemi juga mengingatkan bahwa kesehatan manusia tidak terlepas dari lingkungan dan makhluk hidup lainnya. Menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan kesehatan hewan, serta mendukung upaya pelestarian alam merupakan bagian dari strategi pencegahan jangka panjang terhadap munculnya penyakit baru.

Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk tidak lengah dan menjadikan kesiapsiagaan epidemi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan kesadaran, kedisiplinan, dan solidaritas yang kuat, risiko wabah di masa depan dapat ditekan sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan kesehatan global. (*)

 

Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026
Sidak Pajak di Mall Kartini, Bapenda Bandar Lampung Soroti Pelaporan Omzet Riil
Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Anggota DPRD Bandar Lampung Yunika Buka Suara
Gerak Jalan Pramuka Ramaikan Pusat Kota Bandar Lampung, Polisi Siagakan 35 Personel
Trotoar Sultan Agung Ambrol, DPRD Temukan Spek Tak Sesuai hingga Material Bekas
HIPMI CHAMPIONS CUP 2026 Digelar di GOR UIN, Perkuat Semangat Sportivitas Pelajar se-Lampung
Kabel Diduga Dicuri, Lampu PJU di Sejumlah Jalan Bandar Lampung Kerap Padam
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 21:49 WIB

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Senin, 21 September 2026 - 21:32 WIB

Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026

Senin, 21 September 2026 - 18:12 WIB

Sidak Pajak di Mall Kartini, Bapenda Bandar Lampung Soroti Pelaporan Omzet Riil

Sabtu, 19 September 2026 - 21:49 WIB

Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Anggota DPRD Bandar Lampung Yunika Buka Suara

Sabtu, 19 September 2026 - 13:03 WIB

Gerak Jalan Pramuka Ramaikan Pusat Kota Bandar Lampung, Polisi Siagakan 35 Personel

Berita Terbaru