DLH dan Tim Lab Provinsi Kembali Uji Limbah PT PPM, Dugaan Pencemaran di Bunga Mayang Menguat

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Utara.

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Utara.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Pola Polindo Mantab (PPM) di Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), kembali menjadi sorotan.

Tim laboratorium Provinsi Lampung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampura dijadwalkan kembali turun ke lokasi untuk mengambil sampel air limbah yang dikeluhkan warga.

Pengambilan sampel tersebut akan difokuskan pada saluran pembuangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik perusahaan pengelola kertas tersebut. Langkah ini dilakukan menyusul kegagalan uji laboratorium pada pemeriksaan sebelumnya.

DLH Lampura mengakui, pengambilan sampel air limbah sebelumnya belum memenuhi standar teknis uji laboratorium.

“Membawa air limbah itu harus menggunakan wadah khusus yang kedap udara dan minimal disimpan di kulkas. Memang kemarin kami belum siap,” ujar Yunita, Pengawas DLH Lampura, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga :  Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik

Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lingkungan Hidup, Istohadi, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan DLH Provinsi Lampung serta Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) untuk memastikan pengambilan dan pengujian sampel dilakukan sesuai standar.

“Tindak lanjutnya, besok kami menghadirkan tim uji laboratorium dari Provinsi. Untuk penjelasan hasilnya, sampel akan diambil terlebih dahulu,” kata Istohadi.

Sebelumnya, protes warga mencuat terkait dugaan pencemaran limbah dari pabrik pengolahan kertas kardus PT PPM. Menindaklanjuti keluhan tersebut, DLH Lampura telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan menemukan indikasi visual yang mencurigakan.

Baca Juga :  Geshindo Lampura Ajak Masyarakat Kawal Proyek Jalan, Tekankan Kualitas dan Transparansi

Dari hasil pantauan lapangan, cairan yang keluar dari saluran pembuangan akhir IPAL perusahaan tersebut terlihat berwarna hitam pekat. Tim DLH Lampura yang terdiri dari pengawas, PPNS Lingkungan Hidup, serta Kepala Seksi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sempat mengambil sampel air dari lokasi tersebut.

“Kami sudah mengecek langsung ke Instalasi Pengolahan Air Limbah. Secara kasat mata, air buangan memang berwarna hitam dan agak keruh,” ungkap Istohadi saat pengecekan, Rabu (14/1/2026) lalu.

Hasil uji laboratorium dari tim Provinsi Lampung nantinya akan menjadi dasar penentuan ada atau tidaknya pelanggaran lingkungan yang dilakukan perusahaan. (*)

Berita Terkait

Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB
Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik
Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online
Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon
Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal
Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031
Orgen Tunggal hingga Malam Disorot, PC IMM Lampura Desak Polisi Bertindak dan Minta Bupati Bentuk Perda
HUT ke-81 RI, Hamartoni Ajak Warga Lampura Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:59 WIB

Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB

Senin, 7 September 2026 - 16:14 WIB

Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online

Selasa, 1 September 2026 - 10:15 WIB

Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal

Berita Terbaru