HMI Cabang Bandar Lampung Menolak Kedatangan Eko Patrio : Eko Tak Pantas Injak Bumi Ruwa Jurai

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rafly Nugraha

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Lampung tidak butuh pejabat yang lebih sibuk berpesta ketimbang bekerja untuk rakyat. Kedatangan Eko Patrio ke Bumi Ruwa Jurai justru pantas ditolak, karena ia menjadi simbol nyata bagaimana anggota dewan di negeri ini sering kali lupa diri setelah duduk di kursi empuk kekuasaan.

Video dirinya yang berjoget riang ketika membahas kenaikan tunjangan DPR adalah bukti telanjang: ia lebih senang merayakan keuntungan pribadi daripada memikirkan jeritan rakyat.

Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, harga kebutuhan pokok meroket, dan pelayanan publik yang masih jauh dari kata layak, aksi semacam itu adalah penghinaan terang-terangan.

Baca Juga :  Inflasi 2,46 Persen, Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Komoditas

Pejabat publik seharusnya bekerja untuk rakyat, bukan merayakan previliege mereka. Masyarakat Lampung tidak seharusnya menyambut tamu yang jelas-jelas menunjukkan ketidakpekaan sosial seperti ini.

Penolakan terhadap kedatangannya bukan sekadar reaksi emosional, melainkan bentuk perlawanan moral. Rakyat sudah muak dengan pejabat yang menjadikan jabatan sebagai panggung hiburan dan pencitraan.

Jika Eko Patrio datang hanya untuk tampil di depan kamera, bersalaman dengan pejabat lokal, dan pulang tanpa solusi, lebih baik ia tidak datang sama sekali.

“Bumi Lampung adalah tanah yang suci, tidak Sudi menerima wakil rakyat yang tidak memikirkan nasib Rakyatnya,” Rafly Nugraha (Pengurus HMI Cabang Bandar Lampung bidang Politik dan Demokrasi)

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Matangkan Program SINITA, Ditargetkan Mulai Agustus 2026

Lampung butuh pemimpin yang rendah hati, siap mendengarkan keluhan rakyat, dan bekerja nyata, bukan sekadar selebritas politik. Mengundang pejabat seperti Eko Patrio ke Lampung sama saja menormalisasi sikap arogan anggota DPR yang lebih senang berjoget saat kantong mereka bertambah tebal.

Penolakan ini harus menjadi alarm bagi semua pejabat: rakyat Lampung tidak bisa lagi dibohongi dengan senyuman dan gimmick. Jika mereka datang dengan niat pamer kekuasaan, maka rakyat berhak menutup pintu dan menyatakan dengan lantang: “Kami tidak butuh pejabat arogan di tanah kami!”. (*)

Berita Terkait

Peduli Warga Rentan, Dinsos Lampura Usulkan Bedah Rumah dan Bantuan Modal untuk Supri
Jembatan Presisi Merah Putih Hadir, Mobilitas dan Ekonomi Warga Bandar Kagungan Raya Kian Lancar
Bupati Novriwan Jaya dan DPRD Tubaba Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Perkuat Sinergi Pembangunan
Lapak BSI Resmi Hadir di Pasar Mulya Asri, Pemkab Tubaba Dorong Akses Pembiayaan dan Ekonomi Kerakyatan
Pemkab Tubaba dan BPN Perkuat Sinergi, Tata Kelola Pertanahan Didorong Makin Transparan
Pemkab Tubaba Gelar Gerakan Penetrasi Pasar, Jaga Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi
Pemkab Tubaba Matangkan Program SINITA, Ditargetkan Mulai Agustus 2026
Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
Berita ini 219 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Peduli Warga Rentan, Dinsos Lampura Usulkan Bedah Rumah dan Bantuan Modal untuk Supri

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Jembatan Presisi Merah Putih Hadir, Mobilitas dan Ekonomi Warga Bandar Kagungan Raya Kian Lancar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Bupati Novriwan Jaya dan DPRD Tubaba Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Perkuat Sinergi Pembangunan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Lapak BSI Resmi Hadir di Pasar Mulya Asri, Pemkab Tubaba Dorong Akses Pembiayaan dan Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Pemkab Tubaba dan BPN Perkuat Sinergi, Tata Kelola Pertanahan Didorong Makin Transparan

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:16 WIB

BREAKING NEWS

Mensesneg: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:43 WIB