Home / PENDIDIKAN

Selasa, 8 Desember 2020 - 10:55 WIB

Ini Kesan UKM DCFC Sebagai Panitia Penyelenggara FFMI 2020

Panitia penyelenggara Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2020 berfoto bersama./FOTO ISTIMEWA

Panitia penyelenggara Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2020 berfoto bersama./FOTO ISTIMEWA

Kesuksesan penyelenggaraan Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2020 tak terlepas dari kerja keras panitia dalam mempersiapkan penghargaan sineas muda Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya yang kembali ditunjuk menjadi penyelenggara setelah tahun lalu, kini harus mengubah konsep semua kegiatan FFMI Award 2020 secara daring. Hal ini dilakukan karena virus Corona yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia.

Tantangan dan pengalaman mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Darmajaya Computer & Film Club (DCFC) bermodal perhelatan Festival Film Lampung yang menjadi rujukan, akhirnya sukses menyelenggarakan event berskala nasional, FFMI Award 2020. Bagaimana cerita suka duka mereka dalam mengelola event FFMI 2020 tersebut.

addgoogle

Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I., mentor dan Ketua Pelaksana FFMI 2020 selalu memberikan arahan kepada mahasiswa yang terlibat sebagai panitia penyelenggara. Tak kenal lelah, dia mampu mengkoordinir setiap proses walau harus berjibaku dengan waktu yang singkat, siang dan malam.

”Masa pandemi ini semua dilakukan serba daring. Hal itu dilakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Walau sempat mengalami kekhawatiran peserta yang mendaftar sedikit, mengingat waktu penyelenggaraan yang tidak panjang,” ungkapnya.

Dia menuturkan, dengan waktu hanya sebulan dimulai dari sosialisasi hingga FFMI Award 2020 digelar menjadi tantangan tersendiri.

”Biasanya bisa langsung silaturahmi dengan peserta yang lolos kurasi tahap satu, tetapi ini hanya melalui grup Whats Apps saja. Ketika H-2 pendaftaran juga sangat menegangkan karena peserta masih berada pada kisaran puluhan,” ucapnya.

Doni –sapaan akrabnya–menuturkan, meskipun di tengah pandemi, keseruan dan silaturahmi itu sangat terasa dalam puncak FFMI Award 2020. “Bisa mengenal juri lebih dekat saat mereka di sini. Kami juga bisa berkomunikasi langsung dengan kawan-kawan dari Puspresnas serta peserta yang melihat melalui platform zoom dan Youtube,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu panitia, Lourenza Patricia Mandiri Putri, mengaku selama menjadi panitia FFMI 2020 belum pernah mengalami di tim penjurian.

”Tahun ini harus di tim penjurian, berarti mulai memahami sistem penjurian dari awal itu bagaimana. Walaupun awalnya bingung, tapi lama kelamaan paham juga dan senang menjalaninya,” kata dia, bersemangat.

Lou yang juga anggota UKM DCFC ini menjadi banyak relasi karena kedekatannya dengan juri kurasi dan juri nasional.

”Kerjasama bareng panitia yang sebelumnya belum pernah satu progja menambah teman dan pengetahuan yang sebelumnya belum pernah didapatkan,” kata dia.

Menurutnya, banyak sukanya dalam me-manage langsung event skala nasional seperti FFMI 2020.

”“Meskipun harus mengatur waktu dalam kepanitiaan dengan tugas kuliah. Tapi semua berjalan lancar dan tanpa hambatan. Itu semua atas kerja tim panitia yang sangat solid,” ujarnya.

Di lain pihak, Ketua Umum UKM DCFC, M. Syaiful Ma’arif mengatakan, banyak keseruan yang terjadi dalam pelaksanaan FFMI Award 2020.

”Terutama karena rangkaiannya banyak dan waktu yang begitu padat membuat panitia maksimal menjalankannya,” ungkapnya.

Iful–sapaak akrabnya–juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa yang membantu hingga sukses pelaksanaan FFMI Award 2020.

”Saya di bagian administrasi, semua momentum seru banget, karena ini konsep online. Mungkin yang harus diutamakan yaitu visual dari panitia multimedia. Dan, yang sangat seru sekali saat mengonsep tampilan tiap acara,” bebernya.

Dia berharap FFMI tahun depan dapat lebih baik dan kreatif lagi dengan panitia penyelenggara tetap di IIB Darmajaya.

”Terima kasih untuk teman-teman panitia yang telah membantu dan peserta juga sangat baik dalam merespon,” imbuhnya.

Wakil Rektor 3 IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan, perhelatan event FFMI ini juga menjadi keberhasilan bersama sivitas akademika IIB Darmajaya terutama UKM DCFC.

”Selama ini UKM DCFC juga terbiasa me-manage event skala daerah dan nasional,” ungkapnya.

Muprihan juga mengucapkan terima kasih kepada Puspresnas Kemendikbud RI yang mempercayakan penyelenggaraan FFMI untuk kedua kalinya kepada IIB Darmajaya.

”Dengan optimisme yang tinggi dalam suasana pandemi Covid-19, tak menjadi halangan mahasiswa meng-create event ini hingga semua berjalan sukses,” tutupnya.(rls)

add

Share :

304 views

Baca Juga

BANDAR LAMPUNG

Sempat Menyerah, Anak Kuli Serabutan Alumnus IIB Darmajaya Ini Jadi ASN di Mahkamah Agung

PENDIDIKAN

LLDikti Wilayah II Sebut Darmajaya Bisa Bersaing di Kancah Internasional

BANDAR LAMPUNG

Finalis Duta Kopi Indonesia 2021 Clarissa Aurellia Belajar Pengolahan Kopi dan Pengemasannya dari UMKM Lampung Barat

PENDIDIKAN

Mengagumkan, Emak-emak Desa Danau Sulap Barang Bekas Jadi Bernilai Dibimbing Dosen IIB Darmajaya

PENDIDIKAN

BBU ITB XIX Goes to School: Sebarkan Semangat Berpendidikan Tinggi

PENDIDIKAN

Keluarga Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP ini Ucapkan Terimakasih kepada Yayasan Alfian Husin

PENDIDIKAN

Jika Terpilih Jadi Rektor Unila, Prof Suharso Prioritaskan Dosen Muda Kuliah ke LN

BANDAR LAMPUNG

UKM KSR PMI IIB Darmajaya-UTD Pembina PMI Provinsi Lampung Gelar Donor Darah