IPAL PT PPM Disorot, Air Limbah Masuk Tahap Uji Laboratorium

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Utara.

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Utara.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Air limbah berwarna hitam yang keluar dari saluran pembuangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) akhir PT Pola Polindo Mantab (PPM) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) resmi masuk tahap pengujian laboratorium oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Provinsi Lampung.

Pengujian tersebut dilakukan dengan menghadirkan tim berwenang dari BSPJI dan disaksikan sejumlah pihak terkait, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampura, perwakilan masyarakat pengadu, hingga pihak perusahaan.

Berdasarkan hasil uji parameter lapangan, tercatat kadar keasaman atau Potential of Hydrogen (pH) air limbah berada pada angka 6,56. Sementara kadar Dissolved Oxygen (DO) tercatat 2,24, Daya Hantar Listrik (DHL) sebesar 1.396, serta suhu air mencapai 29,4 derajat Celsius.

Baca Juga :  Ukir Prestasi Sebagai Camat Abung Selatan, Agus Rama Halik Bidik Kursi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan

Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lampura, Juliansyah Imron, mewakili Kepala DLH Ina Sulistina, menjelaskan bahwa pihaknya secara langsung menghadirkan petugas laboratorium dari Baristand Provinsi Lampung untuk memastikan pengukuran dilakukan secara objektif.

“Petugas laboratorium datang langsung ke lokasi dengan membawa alat digital, sehingga hasil parameter, khususnya pH air limbah, dapat diketahui saat itu juga,” ujar Juliansyah, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, pengujian parameter air limbah tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 tentang baku mutu air limbah. Apabila hasilnya berada di bawah ketentuan baku mutu, maka diperlukan kajian lanjutan.

Baca Juga :  TPA Bakung Tak Kunjung Beres, WALHI Desak KLH Turun Tangan

Selain pengujian kadar keasaman, tim BSPJI juga mengambil sampel air limbah untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium. Parameter yang akan diuji meliputi Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), serta Total Suspended Solid (TSS).

“Untuk parameter lanjutan ini nanti akan diketahui nilai ambang batas bakunya,” kata Juliansyah, yang diamini oleh Istohadi, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lingkungan Hidup.

Selanjutnya, hasil uji laboratorium BSPJI akan disampaikan kepada DLH Lampura dalam kurun waktu 14 hari kerja. (*)

Berita Terkait

Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Lampura, Bunda Literasi: Bertutur Jadi Jalan Anak Mengenal Kekuatan Literasi
Akademisi Soroti Selter JPTP Lampura, Ingatkan Prinsip Merit dan Asas Legalitas
Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial
Ukir Prestasi Sebagai Camat Abung Selatan, Agus Rama Halik Bidik Kursi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan
Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB
Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik
Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online
Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Lampura, Bunda Literasi: Bertutur Jadi Jalan Anak Mengenal Kekuatan Literasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Akademisi Soroti Selter JPTP Lampura, Ingatkan Prinsip Merit dan Asas Legalitas

Selasa, 29 September 2026 - 17:16 WIB

Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Senin, 28 September 2026 - 12:25 WIB

Ukir Prestasi Sebagai Camat Abung Selatan, Agus Rama Halik Bidik Kursi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan

Selasa, 8 September 2026 - 10:59 WIB

Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB

Berita Terbaru

Lampungcorner.com

Karhutla Way Kambas Mereda Usai Hujan, Gubernur Pastikan Satwa Aman

Senin, 26 Okt 2026 - 18:20 WIB